Bagikan

Siapkan 400 "Gedung Pintar", PLN Pasang PLTS Atap 12 MWp

Poin Penting

PLN memulai implementasi Smart & Green Building di 10 gedung pada 2026 dengan sistem energi digital terintegrasi.
Program ini menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 12 megawatt peak hingga 2035 di ratusan gedung PLN.
Transformasi ini diarahkan untuk menekan emisi karbon hingga 0,3 juta ton carbon dioxide equivalent.

JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara, mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building pembangkit listrik tenaga surya atap (PPTS) atap berkapasitas 12 megawatt peak yang diluncurkan di kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan mempercepat efisiensi energi, menekan emisi karbon, dan memperkuat transformasi digital operasional perusahaan hingga 2035.

Program tersebut menghadirkan integrasi teknologi energi baru di lingkungan kantor PLN, mulai PLTS atap, sistem pengatur konsumsi listrik berbasis digital, hingga pendingin ruangan pintar yang dapat dimonitor secara real time.

Baca Juga

PLN dan Kemendes PDT Percepat Desa Mandiri Berbasis Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan energi mengelola konsumsi listrik. PLN kini tidak lagi hanya berfokus pada penjualan listrik, tetapi bergerak menuju model bisnis berbasis orkestrasi ekosistem energi digital.

“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi energy digital platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan dikutip Senin (11/5/2026).

Ia menilai kemajuan teknologi, seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, dan otomasi bangunan telah mengubah fungsi gedung dan rumah dari sekadar konsumen energi menjadi bagian aktif dalam sistem kelistrikan. “Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” imbuhnya.

Peluncuran program Smart and Green Building yang dilakukan secara simbolis oleh Komisaris Independen PLN, Andi Arief (keempat dari kiri); Komisaris Independen PLN, Mutanto Juwono (ketiga dari kiri); Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (keempat dari kanan); Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto (kedua dari kiri); Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar (ketiga dari kanan); Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah (kiri); Direktur Pelayanan Teknologi Informasi PLN Icon Plus, Fintje Lumembang (kedua dari kanan); serta Direktur Utama Dana Pensiun PLN, Antonius Artono (kanan) di Kantor Pusat PLN, Jakarta pada Jumat (8/5/2026). Dok PLN

Sebagai tahap awal implementasi, PLN menjadikan Gedung Trapesium di kantor pusat PLN sebagai proyek percontohan. Gedung tersebut telah dilengkapi PLTS atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak yang terintegrasi dengan energy management system atau sistem pengelolaan energi digital. Sistem ini memungkinkan pemantauan konsumsi listrik secara langsung serta pengaturan distribusi energi yang lebih efisien.

Komisaris Independen PLN Andi Arief menilai program ini menjadi langkah konkret agar PLN mampu menunjukkan praktik efisiensi energi secara nyata di internal perusahaan. “Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.

Ia menambahkan transformasi berbasis keberlanjutan bukan sekadar memenuhi tuntutan lingkungan, melainkan strategi bisnis jangka panjang. “Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambahnya.

Target 400 Gedung

Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan implementasi Smart & Green Building dilakukan melalui sinergi PLN Group. Program ini melibatkan PLN Icon Plus, perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi, bersama Dana Pensiun PLN sebagai building management provider melalui skema managed service. “Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung,” ujar Khairullah.

Baca Juga

Percepat Target NZE, PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,225 GW

Pada fase awal, perusahaan menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas total 1.100 kilowatt peak dan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital. PLN juga telah memetakan sekitar 400 gedung yang dinilai layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia. Dalam peta jalan 2026 hingga 2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak.

Selain itu, perusahaan menargetkan penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC dan kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton carbon dioxide equivalent.

“Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak, penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent,” tutup Khairullah.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024