Resmikan PLTS Atap 9,3 MWp, GGRP Targetkan Kurangi Emisi 47.400 Ton/Tahun
CIKARANG, investortrust.id — PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) kembali membuktikan komitmen mengurangi emisi karbon. Kali ini melalu peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap) tahap II yang terpasang di area operasional perusahaan.
Peresmian proyek disaksikan langsung Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ir. Mohamad Priharto Dwinugroho. Turut hadir jajaran manajemen GGRP, TotalEnergies ENEOS, PLN UPT Bekasi, serta PLN UP3 Cikarang.
Presiden Direktur GGRP Fedaus menyampaikan, PLTS Atap yang telah terpasang di area operasinal perusahaan sejalan dengan 5 Pilar ESG yang dicanangkan GGRP. Terutama sebagai bentuk implementasi atas Pilar No.3 tentang Transisi Energi dan Solusi Rendah Karbon.
”Perusahaan merespons dan mengelola risiko dan peluang terkait iklim sepanjang rantai nilai. Dengan telah terpasangnya PLTS Atap tahap II ini, secara total GRP berhasil melakukan pengurangan emisi karbon hingga sekitar 1500 ton Co2e,” tutur Fedaus.
Baca Juga
Peduli Keselamatan Kerja, GGRP Gelar Rangkaian Kegiatan Bulan K3 Nasional
Total kapasitas listrik terpasang dari energi surya yang berasal dari GRP mencapai 9,3 MWp (Megawatt Peak). Langkah ini menjadikan PLTS Atap perseroan salah satu yang terbesar di Jawa Barat. Tahap 1 memiliki kapasitas sebesar 0,9 MWp, sementara tahap 2 memiliki kapasitas sebesar 8,4 MWp.
Secara keseluruhan, GGRP menargetkan kapasitas PLTS Atap terpasang sebesar 33 MWp. Rencana strategis ini ditargetkan tuntas pada tahun 2025 dan diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 47.400 ton per tahun.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Mohamad Priharto Dwinugroho mengatakan, pemerintah terus mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Sedanglan target bauran energi nasional sebesar 23% dari energi baru dan terbarukan (EBT) dipatok tahun 2025.
“Salah satu program strategis dalam upaya ini adalah pengembangan PLTS Atap secara luas. Tindakan yang diambil oleh GRP adalah contoh nyata dari kepedulian lingkungan, serta merupakan kontribusi swasta dalam mendukung tujuan pemerintah," ujar Mohamad Priharto Dwinugroho.
Baca Juga
Gunung Raja Paksi (GGRP) Ekspor Baja ke Kanada, Kemenperin Beri Apresiasi
Sejauh ini, industri baja memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, konsumsi baja dalam negeri selama lima tahun terakhir rata-rata mencapai 15,62 juta ton per tahun.
Namun, tantangan baru muncul bagi industri baja akibat komitmen global untuk mencapai target net zero emisi karbon pada pertengahan abad ini. Produksi baja secara global menyumbang sekitar 7% dari total emisi karbon. Dengan permintaan baja yang diperkirakan meningkat sekitar 15-20% antara tahun 2030 dan 2050, produsen baja harus lebih proaktif dalam mengelola risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di seluruh rantai nilai.
Untuk mewujudkan target net zero emission, GGRP menjalin kerjasama dengan TotalEnergies ENEOS. Mitra perseroan ini bertanggung jawab dalam desain dan pemilihan mitra EPC terpercaya untuk pelaksanaan konstruksi untuk setiap tahapan proyek PLTS Atap.
PLTS Atap ini dilengkapi sejumlah sensor untuk memantau radiasi, temperatur, kecepatan angin dan suhu sekitar. Selain itu, sistem juga akan bekerja dengan pemantauan jarak jauh dengan mengirimkan data analisis performa dengan menampilkan jejak karbon.
Baca Juga
Raih Apresiasi PROPER Biru Ke-11, GGRP Buktikan Komitmen pada Konsep Ekonomi Hijau

