Dorong Energi Hijau, PLN Pasang 118 Mikro PLTS Atap di Tiga Pulau Sulsel
PANGKEP, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah memasang 118 unit mikro Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap permukiman warga Pulau Polewali, Pulau Saugi, dan Pulau Sapuli di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai pemegang mandat ketenagalistrikan di Indonesia, PLN akan terus berupaya mewujudkan keadilan energi di seluruh Indonesia, tak terkecuali di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
''Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Untuk itu PLN berkomitmen mendukung Pemerintah dalam mewujudkan pemerataan listrik andal dengan menghadirkan berbagai inovasi. Hal ini sesuai dengan pengejawantahan sila kelima Pancasila,'' kata Darmawan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/8/2024).
Ia menambahkan, listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) di wilayah 3T ini hadir setelah PLN berhasil melakukan pemasangan 118 unit mikro PLTS dan energy storage program Sorong Ultimate for Electrifying Surya untuk Negeri (SuperSUN).
Baca Juga
Anak Usaha United Tractors (UNTR) Garap PLTS Atap ADM Berkapasitas 8,1 MWp
SuperSUN sendiri, Darmawan menjelaskan, adalah pembangkit listrik tenaga surya individual dengan daya 900 Volt Ampere (VA) dilengkapi kWh meter prabayar. Sistem ini terdiri dari PV Panel berkapasitas 440 Wp - 700 Wp dan baterai berkapasitas 2 kWh.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Budiono menambahkan, SuperSUN merupakan bukti komitmen PLN dalam mewujudkan listrik berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
"Listrik sangat penting dan vital dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang mayoritas adalah nelayan kini bisa menggunakan kulkas sebagai cold storage. Ikan menjadi lebih awet, penjualan meningkat, dan secara otomatis perekonomian juga bisa menjadi lebih baik," jelas Budiono.
Budiono mencatat hingga Juli 2024 rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99%. Upaya ini juga menjadi bukti komitmen PLN terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga
Kado HUT Ke-79 RI untuk Petani, Bukit Asam (PTBA) Resmikan PLTS Irigasi di Tanjung Agung
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar dapat merawat aset PLN yang telah dipasang agar bisa digunakan secara maksimal.
"Mohon bapak dan ibu sekalian untuk menjaga aset tersebut. Jika ada gangguan, kami siap membantu untuk penanganannya. Saya optimis listrik ini akan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari, serta membuka peluang baru untuk mengembangkan ekonomi lokal," pesan Budiono.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau turut mengapresiasi upaya PLN dalam melistriki wilayah kepulauan dengan memanfaatkan EBT. Dirinya mengatakan, hadirnya inovasi SuperSUN sangat bermanfaat bagi masyarakat dam dapat meningkatkan perekonomian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan SuperSUN di ketiga pulau ini. Saya berharap masyarakat dapat menjaga keberlangsungannya," ujar Yusran.
Baca Juga
PLN Gandeng GD Power Garap Proyek PLTS Terapung Karangkates 129 MWp
Kehadiran listrik bersih ini pun dirasakan manfaatnya oleh warga, salah satunya Basir Daeng Liong, warga Pulau Polewali. Basir mengaku kehadiran listrik PLN membantunya dan masyarakat sekitar lebih produktif.
Sebelumnya, masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan harus menempuh perjalanan ke daratan Pangkep sejauh 12,4 km melalui laut selama satu jam hanya untuk membeli es batu sebelum melaut mencari ikan. Dengan kehadiran listrik, Basir dapat menggunakan freezer untuk menyimpan ikannya.
"Dulu, untuk mendapatkan listrik, kami harus mengeluarkan biaya Rp 210.000 per bulan untuk menyalakan genset, itu pun hanya dari pukul 18.00 - 22.00 saja. Saat ini, dengan listrik menyala 24 jam penuh, kami cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp 50.000 per bulan," ujar Basir.
Selain untuk freezer, menurut Basir, masyarakat juga memanfaatkan listrik untuk berbagai aktivitas rumah tangga seperti menggunakan pompa air, kulkas, dan keperluan belajar anak-anak di malam hari.

