Bagikan

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Lawan Penipuan Digital Berlapis

Poin Penting

VIDA luncurkan ID FraudShield, solusi keamanan berlapis untuk deteksi penipuan identitas digital secara real-time.
Kemenkomdigi catat 65% warga Indonesia terima upaya scam tiap minggu, tegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Teknologi ID FraudShield verifikasi identitas, perangkat, dan perilaku untuk tangkal deepfake hingga injection attack.

JAKARTA, investortrust.id - VIDA resmi meluncurkan ID FraudShield, solusi deteksi penipuan identitas digital berbasis pertahanan berlapis. Teknologi ini menggabungkan verifikasi biometrik, analisis perangkat, dan deteksi fraud secara real-time dalam satu sistem.

Peluncuran tersebut turut didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Pemerintah menilai ancaman scam digital di Indonesia kini semakin masif dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Sebanyak 65% masyarakat Indonesia menerima upaya scam setidaknya sekali dalam seminggu, baik melalui email, SMS, WhatsApp, panggilan telepon, maupun media sosial,” ujar Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Edwin menilai besarnya ancaman itu tidak bisa ditangani satu pihak saja. Menurut dia, perlindungan digital membutuhkan dukungan regulasi, pengawasan, dan teknologi keamanan yang terintegrasi.

VIDA menyebut pola serangan siber kini semakin kompleks dan tidak lagi hanya mengandalkan manipulasi wajah atau deepfake. Pelaku mulai memanfaatkan injection attack, emulator farm, hingga GPS spoofing untuk menembus sistem keamanan digital.

Baca Juga

Antisipasi Scam Saat Libur Akhir Tahun, VIDA Kasih Tips Transaksi Aman

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur mengatakan, pendekatan keamanan digital saat ini harus dilakukan secara berlapis. Menurut dia, perusahaan perlu memverifikasi identitas pengguna, perangkat, dan perilaku digital secara bersamaan.

“Untuk menangani metode penipuan ini, satu lapisan verifikasi saja tidak lagi cukup. Ada tiga faktor yang harus diverifikasi secara bersamaan yakni orangnya, identitasnya, dan perangkat yang digunakan,” jelas Niki.

Sekadar informasi, ID FraudShield bekerja melalui dua engine utama, yakni Biometric Liveness Detection dan sistem analisis fraud berbasis perangkat. Teknologi ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan seperti penggunaan VPN, perangkat emulator, aplikasi kloning, hingga lokasi palsu secara real-time.

VIDA menilai solusi tersebut dibutuhkan sektor perbankan, multifinance, pinjaman digital, asuransi, hingga platform pembayaran. Teknologi ini diharapkan membantu perusahaan memperkuat mitigasi risiko tanpa mengganggu pengalaman pengguna.

“Lewat teknologi ini, kami ingin membantu industri mendeteksi fraud yang sebelumnya tidak terlihat,” pungkas Niki.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024