Cegah Penipuan, Toco Gandeng VIDA Perkuat Keamanan Marketplace
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Community marketplace Toco memperkuat sistem keamanan platform melalui kemitraan jangka panjang dengan VIDA, penyedia layanan identitas digital dan pencegahan penipuan atau fraud di Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk melindungi jutaan pengguna dari risiko penipuan berbasis identitas.
Dalam kerja sama tersebut, Toco mengintegrasikan layanan KYC, Liveness SDK, dan tanda tangan digital VIDA. Solusi ini menjadi fondasi proses onboarding pengguna yang aman dan terverifikasi.
Founder dan CEO Toco Arnold Sebastian Egg menegaskan kepercayaan menjadi pilar utama pertumbuhan platform. “Sejak hari pertama, kami memilih VIDA sebagai mitra identitas digital karena misi kami harus dimulai dari satu hal, yaitu kepercayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).
Arnold menyebut Toco saat ini mencatat lebih dari 2 juta aktivasi pengguna per bulan. “Dengan KYC, Liveness SDK, dan VIDA Sign, kami memastikan setiap pengguna di Toco terverifikasi, aman, dan terlindungi,” kata pria kelahiran Belanda yang sudah menjadi WNI itu.
Sekadar informasi, risiko fraud seperti akun palsu dan pendaftaran ganda turut meningkat. Kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan pengguna jika tidak ditangani sejak awal.
Baca Juga
Melalui VIDA KYC, seluruh penjual dan pengguna Toco diverifikasi sebelum mengakses platform. Integrasi VIDA Liveness SDK juga meningkatkan kualitas verifikasi sekaligus memperlancar alur onboarding.
Toco mencatat sistem verifikasi ini menghasilkan 0% false accept rate. Hal tersebut memastikan tidak ada upaya penipuan identitas yang berhasil lolos ke dalam platform.
Sementara itu, Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur menilai langkah Toco menjadi standar baru keamanan marketplace digital. “Komitmen mereka terhadap verifikasi tanpa kompromi dengan 0% false accept rate menjadi benchmark baru untuk keamanan marketplace digital di Indonesia,” ujarnya.
Kemitraan kedua perusahaan ini diharapkan memperkuat kepatuhan regulasi dan perlindungan pengguna. Langkah ini dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

