Bagikan

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Resmi Ditutup, Transaski Tembus Rp2,2 Triliun!

Poin Penting

Inabuyer B2B2G Expo 2026 resmi berakhir dengan total nilai transaksi tembus Rp2,218 triliun.
Sebanyak 840 UMKM terkurasi berhasil dipertemukan dengan buyer dari instansi pemerintah dan swasta.
Kemitraan rantai pasok ditekankan sebagai kunci keberlanjutan UMKM sesuai amanah PP No. 7 Tahun 2021.

JAKARTA, investortrust.id Gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 resmi berakhir pada Kamis (7/5/2026) dengan torehan angka transaksi dan potensi kerja sama yang melebihi tahun sebelumnya. Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, secara resmi menutup ajang tahunan yang mempertemukan pelaku UMKM dengan ekosistem BUMN dan usaha besar ini di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Dalam sambutannya, Loto mengungkapkan bahwa selama tiga hari pelaksanaan (5–7 Mei 2026), total transaksi belanja dan potensi kerja sama yang tercatat menembus Rp2,218 triliun. Nilai ini melibatkan setidaknya 840 UMKM yang telah dikurasi dan dipertemukan dengan para pembeli (buyer) dari instansi pemerintah serta swasta.

Loto menekankan dukungan terhadap pelaku usaha lokal tidak boleh hanya berhenti pada aksi beli putus, melainkan harus berlanjut pada kemitraan rantai pasok (supply chain) yang berkelanjutan.

Sekretaris Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting memberikan sambutan penutup pada acara Closing Ceremony INABUYER B2B2G EXPO 2026 di Gedung Smesco Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

"Mendukung UMKM tidak cukup hanya sekali-sekali membeli produknya. Dukungan akan berkelanjutan apabila kemitraannya adalah kemitraan rantai pasok. Ketika usaha besar maju, dia akan mengangkat UMKM di bawahnya," ujar Loto di hadapan para peserta expo.

Baca Juga

Potensi Belanja Negara Rp500 Triliun, Inabuyer Dorong UMKM Masuk Kontrak Jangka Panjang

Ia juga mengingatkan amanah PP Nomor 7 Tahun 2021, di mana kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diwajibkan mengalokasikan minimal 40% anggaran belanja mereka untuk produk UMKM. Menurutnya, model kemitraan ini telah terbukti efektif di negara-negara maju dengan kontribusi di atas 41%.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah, menegaskan bahwa gelaran Inabuyer B2B2G Expo telah bertransformasi menjadi kebutuhan strategis bagi sektor ritel nasional. Menurutnya, ajang ini bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan platform vital untuk memperkuat rantai pasok industri ritel modern.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Budiharjo menyoroti lonjakan kualitas para peserta UMKM. Ia mencatat perubahan signifikan pada kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi sesi business matching.

"Para pelaku UMKM kini sudah jauh lebih mengerti pentingnya business matching. Mereka datang dengan persiapan matang membawa kartu nama, katalog, hingga contoh produk yang mumpuni," ujar Budiharjo. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun pertama penyelenggaraan, di mana banyak pelaku usaha yang masih belum memahami mekanisme pertemuan bisnis profesional.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik, Direktur LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati, serta jajaran direksi BUMN dan asosiasi pengusaha nasional yang menjadi kolaborator dalam memperkuat ekosistem UMKM Indonesia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024