Inabuyer B2B2G Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong UMKM Masuk Program Prioritas Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi membuka gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang ini fokus memperluas akses pasar pelaku usaha lokal ke ekosistem pengadaan pemerintah dan ritel modern.
Tahun ini, Inabuyer B2B2G Expo mengarahkan fokus pada keterlibatan langsung UMKM dalam berbagai program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peluang kemitraan nyata dibuka melalui proyek-proyek besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, hingga Sekolah Rakyat.
Baca Juga
Wamen UMKM Targetkan Transaksi Inabuyer 2026 Tembus Rp 2,5 Triliun
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menegaskan di tengah ketidakpastian global, penguatan ekonomi domestik dengan menjadikan UMKM sebagai pilar utama adalah sebuah keharusan.
"Inabuyer B2B2G Expo 2026 menjadi ruang temu strategis untuk membangun kemitraan yang setara antara pemerintah, swasta, dan UMKM. Kita mendorong ekosistem usaha yang terintegrasi dan memperluas penggunaan produk dalam negeri," ujar Helvi dalam sambutannya.
Sekretaris Utama LKPP, Iwan Herniwan, menambahkan belanja pemerintah memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi. Melalui pameran ini, LKPP berupaya mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan kapasitas UMKM melalui ekosistem yang transparan dan berpihak pada produk lokal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyoroti peran sentral sektor ritel sebagai penggerak permintaan bagi produk UMKM. Menurutnya, penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir akan meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu mendominasi pasar domestik bahkan menembus pasar global melalui ekspor.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan 10 Juta Lapangan Kerja Baru Lewat UMKM dan Ekraf
Penyelenggaraan Inabuyer B2B2G Expo 2026 ini turut didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai sponsor utama, guna mendorong akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha. Selama pameran berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai agenda rutin seperti business matching, pameran produk unggulan, hingga penandatanganan nota kesepahaman.
Kegiatan ini juga selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri serta Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Ajang ini diikuti oleh 140 perusahaan yang terdiri dari Kementerian/Lembaga, BUMN, hingga sektor swasta yang bertindak sebagai pembeli (buyer) maupun pemasok (supplier). Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi jembatan strategis untuk memperkuat integrasi rantai pasok nasional bagi UMKM.

