Potensi Belanja Negara Rp500 Triliun, Inabuyer Dorong UMKM Masuk Kontrak Jangka Panjang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan penyerapan produk lokal dalam ekosistem belanja negara dan ritel modern. Langkah ini diambil guna memastikan pelaku UMKM mendapatkan kepastian pasar yang berkelanjutan.
Dalam pembukaan Inabuyer B2B2G Expo 2026, Sekretaris Utama LKPP, Iwan Herniwan, menekankan pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar khusus untuk pelaku usaha dalam negeri.
LKPP mencatat potensi belanja pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM berada di angka yang sangat signifikan. Hal ini diharapkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengadaan barang dan jasa.
"Potensi belanja pemerintah sangat besar, antara Rp400 hingga Rp500 triliun untuk UMKM," ujar perwakilan LKPP di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Melalui ajang Inabuyer, LKPP menjalankan dua agenda strategis, yakni Business Matching dan Market Sounding. Fokus pemerintah saat ini adalah menarik UMKM ke dalam sistem pengadaan yang lebih stabil dan terencana.
Baca Juga
Potensi Pengadaan Pemerintah Rp 1.500 Triliun, LKPP dan Kadin Luncurkan ICEF–IPFE 2026
"Kami ingin UMKM masuk dalam perencanaan pengadaan jangka panjang, bukan hanya untuk tahun ini saja," tambahnya.
Ritel Modern Siap Serap Produk Berkualitas
Di sisi lain, sektor ritel swasta juga menunjukkan komitmen besar dalam mendukung peningkatan kelas UMKM. Hippindo menyatakan kesiapannya untuk mendukung target transaksi pameran tahun ini yang dipatok sebesar Rp2,5 triliun.
Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan kekuatan pasar ritel di bawah naungannya memiliki nilai ekonomi yang sangat fantastis, mencapai sekitar Rp800 triliun per tahun. Potensi ini akan dioptimalkan untuk memperkuat perdagangan dalam negeri melalui kurasi produk-produk lokal unggulan.
"Kami siap mendukung target Rp2,5 triliun tersebut. Kami mengupayakan agar nilai tersebut bisa berguna bagi sektor UMKM dan perdagangan dalam negeri. Melalui acara ini, kami mencari variasi produk baru yang berkualitas," terang Budiharjo.
Sementara itu Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengungkap pemerintah mematok target ambisius nilai transaksi sebesar Rp2,5 triliun pada gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Wamen Helvi menyampaikan potensi pasar bagi pelaku UMKM sangat terbuka lebar, terutama melalui komitmen belanja pemerintah. Sesuai regulasi, terdapat alokasi minimal 40 persen atau sekitar Rp400 triliun dari belanja negara yang dikhususkan untuk produk UMKM.
"Tahun lalu kita mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya," ujar Helvi.

