Inovasi Road Train Buatan SSB Tembus Pasar Global, Bukti Produk RI Makin Kompetitif
JAKARTA, investortrust.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya PT Sanggar Sarana Baja (SSB) berhasil mengembangkan kendaraan angkut road train untuk operasi tambang bawah tanah (underground hauling). Inovasi ini membuktikan daya saing produk dalam negeri di pasar tambang internasional.
Road train untuk menjawab tantangan operasional di tambang bawah tanah yang memiliki terowongan sempit sekitar 5,6 meter dan risiko tinggi. Inovasi ini mampu meningkatkan kapasitas muatan, mengurangi jumlah ritase, serta tetap menjaga faktor keselamatan.
Baca Juga
ABM Investama (ABMM) Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan, Perluas Portofolio Tambang dan Logistik
Pengembangan tersebut dilakukan bersama mitra bisnis MSM Mongolia sebagai pemegang lisensi Mercedes di Mongolia. Manajemen SSB menyebutkan bahwa hasilnya road train tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi, sejalan dengan praktik pertambangan berkelanjutan.
Atas inovasi ini, SSB meraih Gold Stevie Award 2026 yang digelar di Macau. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global atas kapabilitas rekayasa engineering dan manufaktur perusahaan dalam menghadirkan solusi untuk tambang bawah tanah dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Direktur SSB Johan Budisusetija menyatakan bahwa penghargaan tersebut membuktikan inovasi manufaktur nasional mampu bersaing di pasar global. Road train dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal perusahaan, mulai dari tahap konsep hingga produk akhir.
“Desain attachment road train dikembangkan oleh tim internal SSB. Inovasi ini tidak hanya memiliki nilai kebaruan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga
Menanti Rebalancing MSCI Pekan Depan, Akankah Bobot Bank KBMI IV Dinaikkan?
Selain efisiensi, aspek keselamatan menjadi fokus utama. Road train dilengkapi fitur steering axle untuk manuver di terowongan sempit, serta sistem berbasis radar dan kamera guna memastikan keamanan operasional dan kestabilan muatan.
Sejak dikembangkan tiga tahun lalu, SSB telah mengekspor road train ke Mongolia melalui kerja sama pengembangan bersama MSM. Ke depan, penghargaan internasional ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar ekspor serta memperkuat kolaborasi dengan pelanggan di industri energi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia lainnya.
SSB menilai inovasi ini membuka peluang ekspansi lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa solusi engineering asal Indonesia mampu menjawab kebutuhan industri tambang global dan menciptakan nilai bisnis yang terukur.

