Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127.089 Orang Pasca-Insiden Kereta di Bekasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 127.089 orang pada Selasa (28/4/2026), angka tertinggi sejak beroperasi. Lonjakan ini terjadi di tengah penyesuaian operasional perjalanan kereta setelah insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyatakan, peningkatan jumlah pengguna menunjukkan peran LRT sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat, khususnya dari kawasan Bekasi dan sekitarnya.
Baca Juga
“LRT Jabodebek hadir sebagai bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung. Dalam situasi penyesuaian operasional, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan yang selamat, nyaman, dan andal dengan waktu tempuh pasti,” kata Radhitya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Kemudahan akses turut mendukung peralihan pengguna. Jarak sekitar 2,7 kilometer (km) antara Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Jati Mulya memungkinkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan LRT menuju Jakarta maupun kawasan lainnya.
Adapun lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada Selasa (28/4) adalah Dukuh Atas sebanyak 18.764 pengguna, Harjamukti 13.308 pengguna, Kuningan 12.597 pengguna, Jati Mulya 10.067 pengguna, dan Cikoko 10.025 pengguna.
Baca Juga
Tarif LRT Jabodebek Hanya Rp 10.000 Selama Libur Lebaran 2026
Sementara itu, hingga Rabu (29/4/2026) pukul 12.00 WIB, jumlah pengguna tercatat mencapai 50.735 orang. Volume pengguna didominasi oleh Stasiun Harjamukti sebanyak 10.313 pengguna, Jati Mulya 7.268 pengguna, Cikunir 1 sebanyak 4.991 pengguna, Bekasi Barat 4.233 pengguna, dan Cikoko 3.980 pengguna.
"Kami akan terus mengoptimalkan layanan LRT Jabodebek guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis, seiring meningkatnya peran moda ini dalam mendukung konektivitas transportasi perkotaan," tutur Radhitya.

