Naik 79%, Pengguna LRT Jabodebek pada 2 Hari Pasca-Lebaran Tembus 102.648
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada hari pertama dan kedua Lebaran 1447 H yang berlangsung pada 21-22 Maret 2026. Selama 2 hari tersebut, total pengguna mencapai 102.648 orang, naik 79% dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 57.308 pengguna.
Adapun perincian volume pengguna LRT Jabodebek saat Lebaran 2026 sebagai berikut, H+1 pada 21 Maret 2026 sebanyak 39.850 pengguna meningkat 74% dari 22.844 pada Lebaran 2025, H+2 pada 22 Maret 2026 sebanyak 62.798 pengguna meningkat 82% dari 34.464 pada Lebaran 2025.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan lonjakan tersebut sejalan kebijakan tarif spesial Rp 1 yang diberlakukan pada H+1 dan H+2 Lebaran 2026. Selain itu, dukungan operasional sebanyak 430 perjalanan per hari dinilai memberikan fleksibilitas dan kemudahan mobilitas masyarakat selama momen tersebut.
“Lonjakan pengguna LRT Jabodebek 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa kebijakan tarif Rp 1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan di kawasan Jabodebek, khususnya pada momen Lebaran,” ujar Radhitya dalam keterangan resminya, Senin, (23/3/2026).
Baca Juga
Ia menambahkan, berdasarkan pelayanan petugas di stasiun, masih terdapat masyarakat yang baru pertama kali menggunakan LRT Jabodebek. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait cara pembelian tiket hingga penggunaan layanan.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik. Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
Berdasarkan akumulasi 2 hari, stasiun dengan volume pengguna tertinggi untuk penumpang masuk (tap in) yakni, Dukuh Atas 20.892 pengguna, Harjamukti 13.138 pengguna, Bekasi Barat 9.924 pengguna, Cikoko 10.085 pengguna, Jatimulya 7.689 pengguna.
Sementara itu, penumpang keluar (tap out) tertinggi tercatat di Dukuh Atas 22.530 pengguna, Harjamukti 13.325 pengguna, Bekasi Barat 10.407 pengguna, Cikoko 9.370 pengguna dan Jatimulya 7.891 pengguna.
Baca Juga
Tarif LRT Jabodebek Hanya Rp 10.000 Selama Libur Lebaran 2026
Tingginya pergerakan di stasiun tersebut menunjukkan peran LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan hunian dengan pusat aktivitas dan simpul transportasi. Selain tarif terjangkau, peningkatan pengguna didorong konektivitas dengan moda lain, seperti KRL, kereta cepat Whoosh, KA bandara, MRT, hingga Transjakarta, akses ke pusat aktivitas, kawasan bisnis, dan destinasi rekreasi, serta layanan yang konsisten dengan frekuensi perjalanan tinggi.
Dengan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, LRT Jabodebek dinilai semakin memperkuat peran strategisnya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran sekaligus memperluas basis pengguna melalui pengalaman pertama yang positif.

