Bagikan

Ketahanan Energi RI Diuji, DEN Soroti Diversifikasi dan Cadangan

Poin Penting

DEN menilai transisi energi dan diversifikasi impor penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Geopolitik global memicu risiko gangguan pasokan dan fluktuasi harga energi dunia.
Pertamina siapkan strategi pasokan melalui kontrak impor dan optimalisasi kilang domestik.

JAKARTA, investortrust.id - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai dinamika geopolitik global perlu direspons dengan strategi mitigasi pasokan energi yang lebih terukur. Penguatan cadangan energi, diversifikasi impor, optimalisasi kilang domestik, serta percepatan transisi energi dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan harga dan rantai pasok global.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan Saleh Abdurrahman menekankan urgensi percepatan transisi energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global. "Akselerasi transisi energi menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, terutama di tengah dampak konflik geopolitik yang memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia," kata dalam acara Sarasehan Energi yang digelar oleh Dewan Energi Nasional, dikutip Senin (27/4/2026).

Baca Juga

Dorong Inklusi, Lebih 20% Pimpinan MedcoEnergi (MEDC) Adalah Perempuan

Dia menyoroti pentingnya kebijakan energi yang adaptif dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), penguatan cadangan energi nasional, serta optimalisasi energi transisi, sejalan dengan arah Kebijakan Energi Nasional dalam PP Nomor 40 Tahun 2025.

Foto udara dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap pabrik Anvita di Karawang. Foto: Dok. Anvita

Sementara itu, dalam sesi diskusi panel, Anggota DEN Mohamad Fadhil Hasan mengungkap bahwa sektor energi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Ketergantungan terhadap impor migas, fluktuasi harga minyak dunia, hingga tekanan terhadap subsidi energi menjadi isu yang perlu direspons secara komprehensif.

“Dinamika geopolitik global saat ini memberikan tekanan nyata terhadap penyediaan energi nasional. Karena itu, diperlukan strategi menyeluruh baik dari sisi suplai maupun demand untuk menjaga ketahanan energi,” kata Fadhil Hasan.

Dari sisi operasional, Direktur Pemasaran PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto memaparkan kondisi terkini penyediaan energi nasional. Menurutnya, saat ini pasar energi global berada dalam fase supply disruption fear, yakni risiko gangguan pasokan meningkat akibat faktor geopolitik.

Baca Juga

Dukungan Lintas Sektor Percepat Proyek PLTP Dieng Unit 2 Mililk Geo Dipa

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk diversifikasi sumber impor, penguatan kontrak jangka menengah dan panjang, serta optimalisasi produksi kilang domestik guna menjaga keberlanjutan pasokan BBM dan LPG,” sebutnya.

Selain itu, penguatan sistem distribusi dan pengelolaan subsidi energi yang tepat sasaran juga menjadi perhatian utama, guna memastikan energi tetap tersedia secara adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui Sarasehan Energi ini, DEN berharap dapat menghimpun masukan konstruktif dari berbagai pihak dalam rangka memperkuat kebijakan energi nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024