Bagikan

KAI Commuter Catat 20 Laporan Dugaan Pelecehan Seksual pada Kuartal I 2026

Poin Penting

KAI Commuter mencatat 20 kasus pelecehan seksual di KRL pada kuartal pertama 2026.
Total laporan sejak 2025 mencapai 74 kasus dengan tren peningkatan pelaporan pengguna.
Perusahaan terapkan blacklist pelaku dan pendampingan korban hingga ke aparat hukum.

JAKARTA, investortrust.id — VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter), Karina Amanda menyampaikan laporan dugaan pelecehan seksual di kereta rel listrik (KRL) atau commuterline sebanyak 20 kasus pada kuartal I-2026, sementara akumulasi sejak 2025 hingga saat ini tercatat sebanyak 74 kasus.

“Jadi dari total 74 (laporan dugaan pelecehan seksual) di sepanjang 2025, di kuartal I-2026 itu 20 (kasus terlapor). Ini memang meningkat secara tren, tetapi bukan berarti kejadian pelecehan seksualnya meningkat, tapi kami melihatnya dari respons positifnya adalah semakin banyak masyarakat yang berani speak up. Semakin banyak pengguna commuterline yang berani untuk menyuarakan atau melaporkan,” kata Karina saat ditemui di Stasiun BNI City, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dia menambahkan, monitoring dilakukan melalui laporan langsung dan pemantauan media sosial. Pengguna diimbau segera melapor kepada petugas di stasiun maupun di dalam kereta apabila melihat atau mengalami tindakan pelecehan seksual.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk selalu berani speak up, melaporkan apabila melihat terjadinya tindakan kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual di transportasi publik,” ujar Karina.

Baca Juga

Stasiun KRL Bekasi dan Rangkasbitung Jadi Titik Terpadat Selama Ramadan

Menurut Karina, KAI Commuter berkomitmen memberikan pendampingan kepada korban, termasuk membantu pelaporan kepada aparat penegak hukum (APH). “Kalau ini dilaporkan, kami melakukan pendampingan, pelaporan kepada aparat penegak hukum, kami juga terus memberikan sosialisasi secara berkelanjutan kepada seluruh petugas frontliners kami,” tandas dia.

Selain sosialisasi kepada petugas, KAI Commuter juga melakukan pengumuman di kereta dan stasiun serta pemasangan signage untuk meningkatkan awareness pengguna. Kampanye anti-kekerasan seksual juga digelar di tiga stasiun, yakni Sudirman Baru (BNI City), Jakarta Kota, dan Tanah Abang.

Karina menyebut, perusahaan juga menerapkan sanksi blacklist bagi terduga pelaku, yakni larangan keras untuk masuk ke lingkungan stasiun hingga kereta. “Untuk memberikan rasa aman dan nyaman tentunya kepada pengguna jasa commuterline yang lain,” tegas dia.

Lebih lanjut, Karina mengungkapkan, potensi pelecehan seksual biasanya terjadi saat padatnya flow pengguna pada jam-jam sibuk (peakhours). “Kalau kita bicara kondisi kepadatan, ini menyebar di seluruh lintas pelayanan pada jam-jam sibuk,” tutur dia.

Kereta commuter line melintas di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. (Investortrust/Febrianto Adi Saputro)

Karina menuturkan, laporan dugaan pelecehan seksual lebih banyak disampaikan melalui media sosial dibandingkan langsung ke petugas. “Memang lebih banyak yang online dibandingkan langsung,” ujarnya.

Dikatakan Karina, bentuk dugaan pelecehan yang dilaporkan beragam, mulai sentuhan fisik hingga gestur tertentu. Ihwal itu, KAI Commuter mengimbau korban untuk melanjutkan laporan ke aparat penegak hukum dengan pendampingan dari petugas. “Kami melakukan pendampingan sampai dengan korban melaporkan di aparat penegak hukum,” kata dia.

Baca Juga

KCI Pastikan 10 dari 16 'Commuter Line' Inka Beroperasi pada 2026

Terpisah, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Anne Purba mengungkapkan sebanyak 50 laporan pelecehan seksual pada layanan kereta api masih terjadi setiap tahun, meski porsinya kecil dibandingkan total pelaporan dari pengguna yang diterima perseroan.

“Semua voice of customer itu dalam lima tahun itu lebih dari 12 juta. Itu artinya dalam satu tahun itu ada sekitar 2 sampai 3 juta. Dari 2 sampai 3 juta itu, ada laporan pelecehan seksual sekitar 50. Saya lihat kalau dari sisi persentase kecil, tetapi satu saja pelecehan itu kami serius menanganinya,” kata Anne kepada wartawan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024