KAI Commuter Catat 43 Kasus Kejahatan Seksual di Lingkungan Sekitar Stasiun hingga Agustus 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat 43 kasus kejahatan seksual, baik dalam bentuk pelecehan maupun kekerasan seksual yang terlapor ke perusahaan di berbagai platform, pada periode Januari-Agustus 2024.
“Sampai dengan bulan Agustus 2024, yang tertangkap tangan itu ada 30 kasus pelecehan seksual, kemudian yang melapor ke kami lewat media sosial, lewat call center itu ada 13 kasus,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Broer Rizal dalam kegiatan Sosialisasi Stop Pelecehan di Transportasi Publik, di Stasiun BNI City, Jakarta, Senin (2/9/2014).
KAI Commuter mencatat sekitar 66 kasus kejahatan seksual yang terlapor sepanjang tahun 2022. Sedangkan sepanjang tahun 2023 ada sekitar 46 kasus yang terlapor.
Pelaporan kasus ini, lanjut Broer, semakin meningkat karena para korban sudah mulai berani melapor kepada KAI Commuter.
Baca Juga
HUT Ke-16, KAI Commuter Tebar Diskon Tarif KA Bandara Soetta, Berikut Rinciannya
“Karena (korban) berani speak up, laporan yang tersampaikan ke kami cukup tinggi di tahun 2023 dan di tahun 2024 ini,” ungkap Broer.
Sebagai informasi, KAI Commuter telah mengoperasikan CCTV Analytics dengan sistem Analytic Face Recognition sebanyak 762 kamera di 81 stasiun se-Jabodetabek guna memantau kejadian-kejadian kriminal di sekitar stasiun kereta rel listrik (KRL) serta di dalam gerbong kereta.
“Sistem CCTV ini dapat mengidentifikasi melalui rekaman wajah pelaku tindak pelecehan maupun tindak kriminal lainnya, dan sudah menjadi database pada sistem,” terang Broer.
Baca Juga
Tren Kereta Perkotaan Terus Meningkat, KAI Bidik Angkut 2,5 Juta Penumpang di Tahun 2025
Adapun korban yang melapor kasus tersebut dipastikan akan didampingi oleh KAI Commuter hingga menuju proses hukum lebih lanjut.
“Tentu kami tindaklanjuti untuk pendampingan ke Kepolisian, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” tutup Broer.

