Harga Emas Melemah Saat Dolar dan Minyak Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas global melemah pada Senin (20/4/2026) setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam sepekan. Penurunan ini dipicu penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memperbesar ketidakpastian pasar dan menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.818,03 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,8% menjadi US$ 4.839,10 per ons.
Baca Juga
Penguatan dolar AS sempat mencapai level tertinggi dalam sepekan sebelum akhirnya memangkas kenaikan menjadi 0,1%. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang kembali memicu ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Analis pasar City Index dan Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan situasi di Timur Tengah saat ini memperburuk prospek harga emas dalam jangka pendek. Ia menyebut meningkatnya risiko lonjakan harga minyak dapat mendorong dolar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi, yang pada akhirnya menekan harga emas.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah laporan pengambilalihan kapal kargo Iran oleh AS, yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata antara kedua negara. Kondisi ini mendorong harga minyak melonjak sekitar 5%, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan, terutama karena arus distribusi melalui Selat Hormuz masih terhambat.
Baca Juga
Secara fundamental, emas memang dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, dalam kondisi suku bunga tinggi, daya tarik logam mulia ini cenderung melemah karena investor beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Risiko inflasi akibat konflik geopolitik juga berpotensi membuat suku bunga global bertahan tinggi lebih lama.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menilai pelaku pasar saat ini lebih fokus pada sentimen harian yang bersifat negatif bagi emas, seperti penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi. Ia menambahkan, secara teknikal, target kenaikan berikutnya bagi kontrak berjangka emas Juni adalah mampu menembus level resistensi kuat di kisaran US$ 5.000 per ons.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 80,18 per ons. Platinum juga melemah 1,2% menjadi US$ 2.077,35 per ons, sementara paladium turun 0,3% menjadi US$ 1.554,48 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam satu pekan.

