Harga Emas Melemah Saat Dolar Menguat dan Ekspektasi The Fed Memudar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia turun lebih 1% pada Senin (6/4/2026) akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya ekspektasi penurunan suku bunga, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang turut memicu lonjakan harga minyak global.
Tekanan terhadap logam mulia terjadi seiring kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan penguatan indeks dolar, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.620,68 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 0,7% ke level US$ 4.647,10 per ons.
Baca Juga
Dilansir Economic Times, eskalasi geopolitik meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran terkait pembukaan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak global. Namun, laporan intelijen terbaru menunjukkan Iran kemungkinan tidak akan membuka kembali jalur tersebut dalam waktu dekat.
Ketegangan tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$ 110 per barel, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah dinilai berpotensi memperburuk inflasi. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengatakan kondisi saat ini menjadi tantangan bagi perekonomian.
Ia menilai ini adalah “waktu yang kurang tepat” bagi ekonomi untuk menghadapi lonjakan harga minyak, terutama ketika inflasi akibat kebijakan tarif sebelumnya belum sepenuhnya mereda.
Data ekonomi terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih kuat. Jumlah pekerjaan sektor non-pertanian bertambah 178.000 pada Maret, tertinggi sejak Desember 2024, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.
Seiring data tersebut, pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga.
Baca Juga
Pengamat Timur Tengah: Iran Berikan Perlawanan yang Memadai, Trump Putus Asa dan Cemas
Permintaan Fisik
Di pasar derivatif, spekulan emas di bursa COMEX meningkatkan posisi beli bersih sebesar 1.098 kontrak menjadi 93.872 kontrak pada pekan yang berakhir 31 Maret.
Permintaan emas fisik menunjukkan tren beragam di Asia. Di India, emas diperdagangkan dengan harga premium untuk pertama kalinya dalam dua bulan, didorong oleh penurunan harga yang meningkatkan minat beli. Sementara itu, di China, premi emas justru sedikit menurun karena pembeli menunggu koreksi harga lebih lanjut.
Sementara harga perak turun 1% menjadi US$ 72,28 per ons, platinum melemah 0,5% ke US$ 1.979,42, sementara paladium naik tipis 0,1% ke level US$ 1.504,34 per ons.

