Belum Ada Investasi Asing Masuk IKN, Ternyata Ini Persoalannya
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengakui belum ada investasi asing langsung masuk IKN. Hal ini bukan berarti proyek IKN tidak menarik perhatian bagi investor.
Ketua OIKN Bambang Susantono mengatakan, pada kuartal pertama tahun 2024 diharapkan satu atau dua investasi langsung asing meneken kontrak masuk. Investasi dengan skema Public Private Partnership (PPP) alias Kerjasama Pemerintah Badan Usaha.
Baca Juga
Anggaran Pembangunan IKN dari APBN Hanya 20%, Bagaimana jika Sepi Investor?
“Ada beberapa yang sedang berproses dan sudah sampai negosiasi segala macam untuk hunian,” beber Bambang Susantono di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2023).
Bambang Susantono melanjutkan, tidak semua hunian di IKN dibangun oleh pemerintah atau menggunakan APBN. Mungkin saja itu dikerjakan swasta dan swasta akan diberikan kompensasi oleh pemerintah. Sebab dibutuhkan banyak hunian dan Kementerian PUPR tidak sanggup untuk memenuhinya.
Belum adanya investasi asing langsung, urang Bambang Susantono, dipicu atas butuh waktu lebih lama untuk mencapai kesepakatan dengan pihak asing. Sebab, ada banyak pertimbangan, baik oleh investor asing tersebut maupun dari kubu pemerintah.
Baca Juga
Sempat Tolak Ide Jokowi, Bambang Brodjonegoro Buka-bukaan soal Pembangunan IKN
“Yang namanya investasi kan bisa deal atau no deal. Kalau terlalu mahal, saya tidak mau memberatkan masyarakat ke depannya. Jadi, kita harus cari benar-benar harga yang paling menguntungkan,” jelasnya.
Sementara dari pihak investor asing, Bambang menyampaikan, sedang membuat studi kelayakan dengan kondisi lapangan yang dilihat. Contohnya, mereka harus melakukan visit lapangan, melakukan feasibility study, melihat jenis tanahnya seperti apa, yang mana itu perlu penyesuaian dari cost mereka.
Baca Juga
Otorita IKN Kantongi 323 Minat Investasi, Sekitar 60% Investor Lokal
“Jadi ini proses investasi biasa. Jangan heran juga kalau nanti ada yang tidak ketemu (kesepakatannya). Tidak ketemu artinya kita tidak mau ngobral. Nanti tiba-tiba mahal sekali, kita ngangsurnya mahal, kita tidak mau,” ungkap Bambang Susantono.
Disebutkan oleh Bambang Susantono bahwa saat ini OIKN sudah menerima lebih dari 320 Letter of Intent (LOI) dari investor dalam dan luar negeri. Dari jumlah tersebut, sekitar 50-an disebutnya yang memang serius dan sudah bolak-balik ke IKN melihat kondisi di sana. (CR-8)

