Jelang Debat Cawapres, TKN: Semua Sudah Tahu Kemampuan Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo mengatakan, saat ini, semua orang sudah mengetahui kemampuan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dalam berdebat. Hal itu disampaikan Drajad saat merespons persiapan Gibran menghadapi debat keempat Pilpres 2024 atau debat kedua cawapres yang bakal digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024).
"Sudah aware sekarang dengan kemampuan Mas Gibran. Tadinya kan banyak orang yang enggak aware," kata Drajad Wibowo di kantor Investortrust.id, The Convergence, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Baca Juga
KPU Umumkan 11 Panelis Debat Keempat Pilpres 2024, Ini Daftarnya
Drajad mengatakan, sebelum debat kedua Pilpres 2024 atau debat pertama cawapres pada 22 Desember 2023 lalu, banyak yang meremehkan Gibran. Bahkan, Gibran disebut "Samsul" yang merujuk pada asam sulfat yang ramai dibicarakan setelah wali kota Solo tersebut keliru menyebut asam folat.
Namun, penampilan Gibran di debat kedua Pilpres 2024 seakan menjawab keraguan masyarakat. Drajad mengatakan, Gibran sangat menguasai panggung dan rileks saat menjalani debat.
"Dulu kan dia diremehkan, disamsulkan, sekarang orang sudah tahu kemampuan Mas Gibran di dalam berdebat. Bagaimana dia rileks dalam berdebat," katanya.
Baca Juga
Meski demikian, Drajad mengatakan, Gibran tetap mempersiapkan diri menghadapi debat kedua cawapres. TKN Prabowo-Gibran, kata Drajad, memberikan masukan terkait materi-materi yang menjadi tema debat.
"Ada poin-poin yang disampaikan kepada Mas Gibran, tetapi intinya kita melanjutkan kebijakan Pak Jokowi dan meningkatkannya," katanya.
Salah satunya hilirisasi 21 komoditas yang telah menjadi kebijakan pemerintahan Jokowi.
Diketahui, KPU akan menggelar debat keempat Pilpres 2024 atau debat kedua cawapres di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024). Debat yang kembali mempertemukan tiga cawapres itu bakal membahas pembangunan berkelangjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat ada, dan desa.

