Kuota Bedah Rumah NTT Jadi 5.000 Unit pada 2026, Melonjak 20 Kali Lipat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar ‘Ara’ Sirait mengalokasikan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 5.000 unit pada 2026. Angka tersebut naik 20 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 250 unit.
"Kita membicarakan beberapa program yang nyata dan konkret, berbasis data BPS. Kami tingkatkan secara signifikan program bedah rumah atau BSPS di NTT, dari tahun 2025 sebanyak 436 unit naik menjadi minimal 5.000 (unit)," kata Ara saat bertemu Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026) malam.
Ara menjelaskan, peningkatan tersebut didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tingkat kemiskinan di NTT masih termasuk yang tertinggi di Indonesia. Ihwal itu, pemerintah memprioritaskan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi serta banyak rumah tidak layak huni (RTLH).
Baca Juga
Menteri Ara Janjikan 40.000 Rumah di Jawa Tengah 'Dibedah' Tahun Ini
"Berdasarkan data yang kami terima dari BPS, tingkat kemiskinan di NTT termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Bapak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan saya sebagai pembantunya untuk memprioritaskan daerah-daerah miskin yang rumahnya banyak tidak layak huni," tegas dia.
Menurut Ara, peningkatan program hingga 20 kali lipat diharapkan dapat memperbaiki kualitas hunian sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. "Harapannya dengan naiknya 20 kali lipat, itu juga akan menggerakkan ekonomi di NTT," tambah dia.
Selain peningkatan jumlah unit, kata Maruarar, Kementerian PKP mengedepankan digitalisasi dalam pelaksanaan program. Pemerintah akan menerapkan mekanisme ‘tender rakyat’ untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi anggaran.
"Kemudian, kami juga mengusahakan program bedah rumah tadi dengan mengedepankan digitalisasi, kemudian ada tender rakyat supaya ada perbandingan harga sehingga terjadi efisiensi harga dan hasil efisiensi itu dikembalikan kepada rakyat," jelas dia.
Baca Juga
Ara juga menyoroti penanganan kawasan kumuh di Kota Kupang yang akan dievaluasi agar tidak kembali menjadi kumuh dalam jangka panjang. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi masyarakat, serta peran pemerintah daerah.
"Kami sedang mengevaluasi program-program sebelumnya agar kawasan kumuh yang sudah diperbaiki tidak kembali menjadi kumuh dalam jangka panjang. Jadi, jangan hanya bangun fisiknya, tapi manusianya juga," ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Indonesia bagian timur untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan rakyat.
"KUR perumahan Rp 130 triliun memberikan subsidi bunga yang luar biasa bagi UMKM, kontraktor, developer, dan toko bangunan. Harusnya itu membuat sektor perumahan di NTT berkembang pesat," tutur Menteri Ara.

