5 Kali Absen Rapat dengan Komisi II DPR, Mendagri Minta Maaf
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya dalam lima kali rapat kerja bersama Komisi II DPR. Tito menegaskan absennya tersebut murni karena kendala jadwal yang berbenturan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan tugas darurat di lapangan, terutama penanganan bencana banjir Sumatra.
"Sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menghormati atau tidak menghargai Komisi II DPR RI," kata Tito dalam rapat kerja di Gedung Parlemen, Senayan, Senin (30/3/2026).
Baca Juga
Mendagri 5 Kali Absen Rapat di DPR, Ketua Komisi II: Kami Rajin Hitung karena Kangen
Tito menjelaskan, ia kerap menerima undangan rapat dua hari sebelum acara. Di saat yang sama, ia sering kali harus mendampingi agenda spesifik Prabowo yang mengharuskan kehadirannya sebagai mendagri.
Selain agenda kepresidenan, tugas sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Bencana juga menjadi alasan utama. Tito memaparkan sejak akhir November, dirinya diperintah langsung oleh Prabowo untuk turun ke daerah bencana yang luas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Seringkali menerima undangan melalui staf dua hari sebelum acara. Saya terima hari Sabtu untuk hari Senin, padahal saat itu saya sedang di tengah hutan di Aceh atau Sumut. Bapak dan Ibu saya kira paham betul medannya," jelasnya.
Tito meminta agar pimpinan Komisi II untuk memberikan informasi jadwal rapat secara informal lebih awal, meskipun surat resmi belum ditandatangani resmi oleh pimpinan DPR. Hal ini bertujuan agar Kemendagri dapat mengatur jadwal sejak jauh hari sehingga Tito bisa tetap berada di Jakarta saat rapat berlangsung.
Baca Juga
Mendagri Minta Kepala Daerah Cabut Pembatasan BBM untuk Cegah 'Panic Buying'
Sebelumnya, di rapat yang sama, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda memberikan apresiasi atas kehadiran Tito. Rifqi, sapaan Rifqinizamy, mengakui dirinya adalah pihak yang paling sering menyinggung absennya Tito dalam rapat-rapat sebelumnya.
"Saya yang paling sering menyinggung ketidakhadiran Pak Mendagri. Sekali lagi, tidak bermaksud mendiskreditkan, hanya mengutarakan rasa kangen yang sulit diungkapkan kalau tidak melalui forum ini," kata Rifqi.

