Wamenhan Irit Bicara Soal Rudal BrahMos dari India
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto enggan berkomentar banyak terkait pengadaan rudal BrahMos. Ia hanya menyampaikan singkat saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (17/3/2026).
“Sudah, sudah, ini saja dulu (isu rakor) sama Mensesneg,” ujar Donny sembari tersenyum ke arah wartawan.
Pernyataan ini muncul di tengah rencana pembelian rudal BrahMos oleh pemerintah. Isu tersebut menjadi perhatian karena menyangkut penguatan sistem pertahanan Indonesia.
Sebelumnya, Kemenhan menyatakan telah menyepakati pengadaan rudal BrahMos dari India. Langkah ini menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Rico Ricardo Sirait menyebut kerja sama ini mencerminkan hubungan erat Indonesia dan India. Pengadaan juga difokuskan untuk memperkuat pertahanan, khususnya di sektor maritim.
“Indonesia telah menjalin kesepakatan pengadaan sebagai bagian dari program modernisasi alutsista dan penguatan kemampuan pertahanan,” ujarnya berapa waktu lalu.
Sekadar informasi, rudal BrahMos merupakan sistem peluru kendali supersonik hasil kerja sama India dan Rusia. Sistem ini dikenal memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan serangan presisi.
Baca Juga
Wamenhan Pastikan Belum Ada Kontrak Pembelian Rudal BrahMos dari India
Nilai kesepakatan pembelian disebut mencapai sekitar US$ 450 juta berdasarkan laporan media India. Informasi ini juga diperkuat oleh pernyataan pejabat militer Filipina.
Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Romeo S Brawner Jr menyebut Indonesia telah membeli sistem rudal yang sama seperti negaranya. Ia bahkan menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari kerja sama regional.
Selain pengadaan, India juga menawarkan kerja sama pengembangan lebih lanjut. Salah satunya modifikasi jet tempur Sukhoi TNI AU agar dapat membawa rudal BrahMos.
Wamenhan sebelumnya membenarkan adanya tawaran tersebut dalam pertemuan dengan pihak India. Namun hingga kini, pemerintah belum membeberkan detail lanjutan terkait realisasi proyek tersebut.

