Ketua DPD RI Ingatkan Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyebut sebanyak 144 juta orang atau hampir 50% dari total penduduk Indonesia diprediksi akan melakukan perjalan ke kampung halamannya saat lebaran nanti. Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG tetap aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran.
"Ini serius, karena ada dua momentum yang bertabrakan di waktu yang sama. Perang Teluk yang mempengaruhi lalulintas pedagangan dan supply minyak dunia. Dan inflasi menjelang Lebaran, yang dari tahun ke tahun selalu naik di saat hari raya Idul Fitri," kata Sultan dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Sultan memahami kegelisahan warga, soal potensi kenaikan harga barang dan jasa dalam minggu-minggu mendekati mudik Lebaran. Menurutnya jika harga minyak bumi naik, bahan bakar naik, transportasi naik, maka biaya logistik juga diperkirakan bakal naik. Selain itu, kelangkaan LPG juga akan berdampaknya langsung ke masyarakat dan UMKM.
Sultan menyebut, masyarakat kini semakin melek informasi dan semakin mudah mengakses media. Karena itu, pemerintah diminta serius memitigasi ancaman tersebut.
Baca Juga
Terdampak Konflik di Timur Tengah, PKS Minta Pemerintah Jangan Langsung Naikkan Harga BBM
"Dengan pergerakan masyarakat yang begitu besar, kebutuhan BBM untuk transportasi dan LPG untuk rumah tangga pasti ikut meningkat. Karena itu pemerintah harus memastikan pasokan energi benar-benar aman menjelang Lebaran," ujarnya.
Di sisi lain, Sultan juga melihat mobilitas masyarakat dalam skala besar selama mudik, merupakan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, Sultan mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, industri pariwisata, serta sektor ekonomi kreatif untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan mempromosikan berbagai keunggulan daerah.
"Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, para pemudik bisa diajak menikmati kuliner lokal, mengunjungi destinasi wisata daerah, serta membeli produk-produk UMKM. Ini kesempatan besar untuk menghidupkan ekonomi daerah," ujarnya.

