Pengamat Ungkap Empat Faktor yang Pengaruhi Kelancaran Mudik Lebaran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memaparkan sejumlah faktor krusial yang berpotensi mempengaruhi kelancaran arus mudik lebaran tahun ini. Faktor pertama, Djoko menilai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Ia meminta agar pemerintah memastikan ketersediaan BBM di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Ia menambahkan, lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
“Apapun gejolak perang ini masih berpengaruh pada ketersediaan sektor BBM. Mudik sebanyak ini kalau tidak ada BBM kita tidak bisa bergerak. Oleh sebab itu ini harus diperhitungkan,” kata Djoko, Jumat (6/3/2026).
Kemudian Djoko juga menilai pasokan energi Indonesia sangat dipengaruhi proses pengadaan dari luar negeri yang memerlukan waktu cukup lama. Ia menjelaskan, pasokan bahan bakar dari Amerika membutuhkan waktu 30 sampai 50 hari.
"Mudah-mudahan pemerintah sudah menghitung dengan benar karena ini serius,” ujarnya.
Baca Juga
Usulan Pembatasan Pemudik Motor, Dirjen Hubdat Dorong Mudik Gratis
Selain persoalan energi, Djoko juga menyoroti melambatnya kondisi ekonomi masyarakat. Ia memprediksi potensi pergerakan pemudik tahun ini sekitar 143 juta orang, turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 150 juta orang.
“Penurunan ini menunjukkan adanya kelesuan ekonomi. Saya berasal dari daerah dan melihat sendiri kondisi di lapangan. Kelesuan itu cukup terasa dan tentu berpengaruh pada keputusan orang untuk mudik jarak jauh,” katanya.
Selain itu, Djoko juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan transportasi. Ia menyoroti kondisi armada bus wisata yang kerap digunakan dalam program mudik gratis. Berdasarkan data yang ia terima, sekitar 62 persen bus wisata di Jawa Tengah sempat tercatat tidak laik jalan saat dilakukan pemeriksaan.
“Program mudik gratis mayoritas menggunakan bus wisata. Kalau 62 persen tidak laik jalan, ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai program mudik gratis justru mengabaikan keselamatan,” tuturnya.

