Kemenkominfo Pantau Ketat Spektrum Frekuensi Radio Selama Gelaran MotoGP
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan telah melaksanakan pengawasan penggunaan Spektrum Frekuensi Radio (SFR) secara intensif, sebagai langkah mitigasi gangguan selama penyelenggaraan MotoGP 2023.
"Monitoring ini dilaksanakan guna memitigasi gangguan terhadap SFR selama penyelenggaraan MotoGP 2023 berlangsung," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail dalam Konferensi Pers di Media Center Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat, Sabtu (14/10/2023).
Menurut Ismail, Kementerian Kominfo juga memberikan izin masuk perangkat dan Izin SFR Sementara (ISR) penggunaan frekuensi.
Baca Juga
MotoGP Mandalika Digelar, ASDP Cetak Kenaikan 60% Penyeberangan Roda 2
Pemberian izin melalui Ditjen SDPPI meliputi pemberian izin masuk sementara 750 perangkat berfrekuensi yang digunakan oleh pihak penyelenggara, lebih dari 200 ISR sementara, hingga pengawasan SFR penyelenggara dan pengguna eksisting terkait mitigasi potensi gangguan SFR.
Ismail menyatakan SFR sebagai sumbedaya terbatas perlu dikelola dengan baik.
"Biasanya event-event yang besar ini membutuhkan banyak frekuensi. Sehingga dibutuhkan manajemen frekuensi untuk menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan," ujarnya.
Baca Juga
Oleh karena itu, Kementerian Kominfo berkoordinasi secara intensif dengan pihak penyelenggara dan seluruh stakeholder. Menurut Ismail, Tim Ditjen SDPPI juga melakukan rehearsal sebelum penyelenggaraan dengan menyalakan seluruh perangkat yang akan digunakan. Hal tersebut guna memitigasi jika terdapat gangguan dan memastikan co-eksistensi dari perangkat-perangkat tersebut.
“Pengawasan SFR yang dilakukan oleh Ditjen SDPPI untuk event MotoGP 2023 ini dilakukan untuk frekuensi penyelenggara, diantaranya komunikasi antartim pebalap, komunikasi Tim Dorna atau promotor, broadcasting, wireless kamera, helicam, data telemetri, hingga komunikasi penyelenggara lokal,” jelasnya.
Selama penyelenggaraan event kolaborasi terus dilakukan oleh Ditjen SDPPI, tidak terkecuali dengan pengguna eksisting seperti dinas penerbangan dengan berkoordinasi dengan airnav, kemudian untuk frekuensi keamanan koordinasi dilakukan dengan Pasukan Pengamanan Presiden, Brigade Mobil Polri dan Badan Siber dan Sandi Negara.

