PU Bakal Bentuk Satgas Antisipasi Banjir Rel Kereta Jelang Lebaran 2026
Poin Penting
|
SEMARANG, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membentuk satuan tugas (satgas) guna mengantisipasi banjir dan banjir rob yang kerap merendam jalur rel kereta api, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura), menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut, pembentukan satgas tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI.
“Jadi nanti insyaallah, kita bikin satgas bersama dengan tim kereta api untuk memastikan bahwa apapun yang terjadi semoga air hujan atau banjir tidak lagi ke rel kereta api,” kata Dody di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026).
Dia turut menekankan, koordinasi lintas kementerian diperlukan karena persoalan banjir di jalur kereta tidak dapat ditangani sendirian oleh Kementerian PU. “Nanti saya mungkin akan bersurat resmi ke Menteri Perhubungan untuk menjalankan apa yang mesti kita kerjakan bersama-sama. Karena itu tidak bisa dikerjakan PU sendiri, kita harus kerja bareng antara PU dan Perhubungan,” tutur Dody.
Menurut Dody, pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap persoalan banjir di jalur rel setelah sejumlah kejadian sebelumnya menyebabkan lintasan kereta terendam, di antaranya di wilayah Pekalongan dan Grobogan, Jawa Tengah.
“Ada titipan pesan untuk melihat bagaimana agar jalur rel kereta api itu pada saat mudik meskipun ada hujan deras, rel itu tidak terendam,” kata dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, banjir akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem melumpuhkan sejumlah jalur kereta api di Pulau Jawa. Ihwal itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 82 perjalanan kereta api (KA) penumpang antarkota dan 16 perjalanan kereta api barang hingga Minggu (18/1/2026).
Baca Juga
Menteri PU Buka Suara Soal Mundurnya 2 Pejabat Eselon I, BPK Temukan Penyimpangan Rp 1 T
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, gangguan operasional terjadi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta akibat genangan dan banjir yang berdampak pada keselamatan perjalanan.
"Di wilayah Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100 akibat luapan sungai dan jebolnya tanggul di sekitar lintasan. Saat ini, perjalanan kereta api di lokasi tersebut hanya dapat dilalui satu jalur dengan pengamanan ketat sambil menunggu kondisi lintasan dinyatakan aman," kata Bobby beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, PT KAI Daop 4 Semarang menutup sementara dua jalur perkeretaapian dan mengalihkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) imbas dua rel kereta yang terendam genangan air di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Adapun kedua titik yang terdampak yakni di Jembatan 46 KM 21+9/0 petak jalan Tegowanu-Brumbung dan Jembatan 59 KM 27+9/0 antara Stasiun Gubug-Tegowanu.

