Mensesneg Sebut Penyelesaian Utang Kereta Cepat Masuki Tahap Akhir, Pakai APBN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai perkembangan penyelesaian utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Dikatakan, proses penyelesaian utang kereta cepat memasuki tahap akhir.
"Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara masih finalisasi," kata Pras, sapaan Prasetyo Hadi seusai konferensi pers stimulus ekonomi dan kesiapan angkutan lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga
AHY Beri Sinyal APBN Bantu Selesaikan Utang Kereta Cepat Whoosh
Dikatakan, Danantara yang dipimpin CEO Danantara Rosan Roeslanni sedang melakukan negosiasi dengan pihak China.
"Sekarang proses negoisasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh pak Rosan sebagai CEO Danantara," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga membenarkan pembayaran utang itu akan bersumber dari APBN. Namun, Pras tidak menjelaskan lebih jauh mengenai besaran anggaran yang diambil dari APBN dan mekanismenya.
"Ya," kata Pras singkat saat ditanya penyelesaian utang bersumber dari APBN.
Diberitakan, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan pemerintah telah memberikan solusi yang dijamin oleh Presiden Prabowo Subianto, terkait penyelesaian utang Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung.
Presiden Prabowo Subianto memastikan bertanggung jawab atas polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Prabowo menekankan, kereta cepat memiliki manfaat bagi masyarakat yang harus juga diperhitungkan.
Kepala Negara membeberkan, kereta cepat bermanfaat untuk mengurangi kemacetan dan polusi. Selain itu, kereta cepat juga mempersingkat waktu perjalanan.
"Manfaatnya (Whoosh), mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung," kata Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Selain itu, Kepala Negara menyatakan, adanya transfer teknologi dalam proyek kereta cepat Whoosh. Prabowo juga mengingatkan proyek tersebut merupakan simbol kerja sama Indonesia-China.
"Dan ini ingat ya. Ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok," tegasnya.
Prabowo menekankan kereta cepat merupakan transportasi umum yang tidak hanya menghitung untung dan rugi. Dikatakan, transportasi publik seharusnya mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat.
"Whoosh itu, semua public transport di seluruh dunia itu, jangan dihitung untung-untung, rugi-rugi, enggak. Hitung manfaat enggak untuk rakyat, di seluruh dunia begitu. Itu namanya public service obligation," tuturnya.
Baca Juga
Prabowo Panggil AHY dan Ignasius Jonan, Rapat soal Utang Kereta Cepat Whoosh?
Untuk itu, Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab menyelesaikan polemik utang kereta cepat Whoosh. Kepala Negara menyatakan, pemerintah akan membayar Rp 1,2 triliun per tahun.
"Jadi, sudahlah, saya sudah katakan Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut. Kita mampu dan kita kuat," tegasnya.

