Prabowo Urutan Pertama Beberkan Visi Misi di Debat Kelima Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mendapatan giliran pertama membeberkan visi, misi, dan program pada debat kelima Pilpres 2024. Debat terakhir capres itu bakal digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
"Kalau yang terakhir debat keempat kemarin kan dari pasangan calon nomor urut 1. Jadi, nanti akan dimulai dari pasangan calon nomor urut 2 dalam hal ini calon presiden ya, dari pasangan calon nomor urut 2 Pak Prabowo Subianto," kata anggota KPU, August Mellaz di kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga
Digelar di JCC Senayan, Ini 2 Moderator Debat Kelima Pilpres 2024
Debat kelima Pilpres 2024 akan mengusung tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
August Mellaz memastikan tidak ada perubahan format debat kelima Pilpres 2024. Dengan demikian, format debat sama dengan empat debat sebelumnya, yakni 120 menit atau 150 menit jika ditambah jeda iklan dan terdiri atas enam segmen.
Segmen pertama terdiri dari pembukaan, pembacaan tata tertib, dan penyampaian visi, misi, dan program kerja. Segmen kedua dan ketiga adalah pendalaman visi, misi, dan program kerja. Kemudian, segmen keempat dan kelima adalah tanya jawab dan tanggapan dari para capres. Segmen keenam adalah pernyataan penutup atau closing statement masing-masing capres.
Baca Juga
Daftar 12 Panelis Debat Kelima Pilpres 2024: Imam Prasodjo hingga Timboel Siregar
KPU juga mengumumkan dua moderat debat, yakni Andromeda Mercury dan Dwi Anggia yang merupakan jurnalis TVOne. Selain itu, KPU juga telah menetapkan 12 panelis debat kelima Pilpres 2024.
Mereka, yakni Aminuddin Syam (guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin), Asep Saepudin Jahar (rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2023-2027), Bahruddin (inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah dan anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah), Damar Juniarto (akademisi di UPN Veteran Jakarta dan pendiri Pikat Demokrasi dan penasihat Southeast Asia Freedom of Expression Network/SAFEnet), PM Laksono Ph.D. (Guru Besar Antropolog, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), Imam Prasodjo (Sosiolog Universitas Indonesia), dan Onno widodo Purbo (ahli teknologi informasi dan wakil rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan). Kemudian, Reni Kusumowardhani (psikolog Himpunan Psikologi Indonesia), Timboel Siregar (sekretaris jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia), Tolhas Damanik (penasihat hak disabilitas pada General Election Network for Disability Access), Tukiman Tarunasayoga (dosen pascasarjana program penyuluhan pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta), dan Vina Adriany (guru besar PAUD dan gender, Universitas Pendidikan Indonesia).

