Meutya Hafid: Kecepatan dan Ketepatan Komunikasi Kunci Cegah Disinformasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menegaskan kecepatan dan ketepatan komunikasi publik kini menjadi faktor penentu dalam mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital. Pemerintah, menurutnya, tidak lagi memiliki ruang untuk terlambat menyampaikan narasi resmi.
“Sekarang kita sudah tidak punya kemewahan untuk memilih antara cepat atau tepat. Keduanya harus berjalan bersamaan. Kalau kita tidak cepat, ruang itu akan diisi oleh disinformasi, dan pada akhirnya informasi yang sampai ke masyarakat justru menjadi tidak tepat,” tegas Meutya dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Meutya menilai tantangan komunikasi publik pemerintah semakin berat seiring masifnya kompetisi konten di media sosial. Dalam situasi tersebut, narasi resmi negara berisiko tenggelam jika tidak disampaikan secara cepat dan relevan.
Politisi Partai Golkar itu menekankan bahwa keberhasilan komunikasi publik tidak diukur dari seberapa rapi pesan disusun. Ukuran utamanya adalah apa yang benar-benar sampai dan dipahami oleh masyarakat.
“Ukuran keberhasilan humas bukan apa yang kita tulis, tapi apa yang sampai ke publik. Kalau informasi yang akurat tenggelam oleh disinformasi, itu juga salah,” ujarnya.
Baca Juga
Pemerintah Kebut Pemerataan Internet untuk Pendidikan Digital
Meutya juga menegaskan komunikasi publik kini menjadi bagian integral dari kepemimpinan negara. Reputasi pemerintah dan keberhasilan program nasional sangat ditentukan oleh konsistensi suara negara di ruang publik.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi dan jejaring antarlembaga dalam menghadapi disinformasi yang bekerja secara kolektif. Menurutnya, tantangan tersebut tidak bisa dihadapi secara sendiri-sendiri.
“Kalau disinformasi bekerja secara kolektif, maka humas pemerintah juga harus berjejaring. Kolaborasi jauh lebih relevan dibandingkan kompetisi di era digital,” kata Meutya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan data sebagai fondasi komunikasi publik yang cepat dan akurat. Konsolidasi data internal dinilai krusial agar humas mampu merespons isu strategis dengan sigap.
“Tanpa bank data yang siap, kecepatan tidak mungkin tercapai. Kita tidak bisa lagi menunggu pengumpulan data saat isu sudah berkembang di ruang publik,” ujarnya.
Menutup arahannya, Meutya mengajak insan humas pemerintah menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi lintas lembaga. Ia menekankan pentingnya satu arah narasi meski disampaikan dengan gaya yang beragam.
“Mari kita jaga satu narasi untuk membangun negeri, dengan suara yang beragam, gaya yang berbeda, tetapi arah dan tujuannya sama. Peran humas hari ini sangat strategis dan tidak ringan, namun kita hadapi bersama,” pungkasnya.

