Pesan Seorang Guru Mampu Ubah Hidup Seseorang
Poin Penting
|
TANGERANG, Investortrust.id - Upaya mengubah hidup anak didik tidak hanya dengan uang, tetapi juga perhatian dan nasihat. Anak didik yang baik akan menerima nasihat yang dinilai sesuai dan mengena di hatinya. Nasihat adalah ajaran moral, pedoman hidup, dan motivasi untuk hidup, maju, dan bertarung mengatasi keadaan.
“Pesan itu mungkin sederhana bagi banyak orang. Tapi, bagi anak, murid, dan mahasiswa, pesan seorang ayah, ibu, dan guru ternyata menancapkan kesan yang mendalam dan menjadi motivasi bagi anak untuk maju,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto pada seminar nasional bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” di Kampus UPH, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga
Natal Nasional Dorong Ketahanan Keluarga sebagai Pilar Persatuan Bangsa
Tampil sebagai pembicara pada seminar yang dipandu Ketua STFT Jakarta sekaligus Koordinator Seminar Natal Nasional Binsar J Pakpahan, yakni pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang juga Ketua Umum Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait. Seminar dengan tema yang sama telah diadakan sembilan kali di sembilan kota.
Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Brian menuturkan pengalamannya saat menjadi Direktur Kemahasiswaan di ITB yang salah salah satu tugasnya adalah mengurus beasiswa.
Saat itu, Brian didatangi seorang tamatan SMA dari Sumatra Utara (Sumut). Anak itu mengaku tidak punya uang dan datang ke ITB untuk ikut antre mendapatkan beasiswa. Dia akhirnya diterima di ITB dan masuk di jurusan teknik fisika yang juga jurusan tempat Brian mengajar.
“Saya ingat namanya Amron. Dia datang ke kampus kami tanpa dukungan dari keluarga,” kenang sang Menteri.
“Suatu hari saya mendapat telepon dari Amron, mengundang saya untuk launching parfum,” jelas Brian.
Baca Juga
Maruarar: Natal Nasional Digelar Sederhana Disertai Penyaluran Bantuan ke Daerah Bencana
Parfum itu sudah diluncurkan di Paris Fashion Week 2022. Dari informasi yang ditelusuri Investortrust.id, Amron Naibaho, alumnus ITB, adalah co-founder HMNS Perfumery, yang didirikan bersama Rizky Arief Dwi Prakoso (founder & CEO) dan Karina Innadindya.
Nama produk parfum HMNS adalah Ambar Janma (AJ) atau Manusia Harum pada acara tersebut. Tahun lalu, pendapatan perusahaan ini di atas Rp 600 miliar. AJ merupakan salah satu produk Indonesia yang menembus pasar dunia.
Ketika Brian hadir di acara launching, Amron maju ke depan dan memperkenalkan diri kepadanya. Amron menjelaskan masa lalu ketika ia pernah antre di depan kantor Direktur Kemahasiswaan ITB untuk mendapatkan beasiswa ITB.
“Karena banyak yang saya tangani, saya lupa siapa saja yang pernah bertemu saya,” jelas Brian.
“Saya ingat pesan Bapak, dan pesan itu yang membuat saya bisa seperti sekarang,” kata Amron.
Brian mengaku sudah tidak mengingat pesan yang disampaikannya kepada Amron.
"Lalu saya pun bertanya, pesan apa yang membuat dia sangat berkesan dan bahkan mengubah hidupnya," katanya.
Amron pun menjelaskan isi pesan sederhana Brian. Isi pesan itu hanyalah motivasi agar Amron selalu semangat, karena semangat adalah kunci sukses. Mereka yang gagal adalah mereka yang patah semangat.
“Bapak menasihati saya agar saya selalu memelihara semangat, dengan atau tanpa beasiswa,” kata Menteri Brian mengulangi pengakuan Amron.
Investasi terbesar, kata Brian, adalah pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Pemberdayaan manusia unggul di seluruh dunia serta penguasaan sains dan teknologi adalah hal yang harus diusahakan. Semua bangsa berjaya karena pendidikan. Pak James sudah menjelaskan pendidikan di seluruh Nusantara.

