Kebesaran Jiwa Jokowi Maafkan Eggi Sudjana dan Damai Lubis Berbuah Keadilan Restoratif
JAKARTA, investortrust.id - Kelompok relawan yang menamakan diri Rejo Prabowo-Gibran mengapresiasi Polda Metro Jaya yang menghentikan penyidikan kasus dugaan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjerat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kedua tersangka tersebut melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice pada Kamis (15/1/2026).
"Keputusan menjadi tonggak penting dalam upaya membangun persatuan dan harmoni nasional yang telah lama dinantikan," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depimnas) Rejo untuk Prabowo-Gibran, Darmizal dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga
Polisi Stop Kasus Fitnah Ijazah Jokowi yang Jerat Eggi Sudjana dan Damai Lubis
Dikatakan, sejak Desember 2025, Rejo Prabowo-Gibran telah menjalin komunikasi intensif dengan Eggi Sudjana untuk menjembatani silaturahmi dan permohonan maaf kepada Jokowi. Komunikasi yang dibangun dengan penuh kehati-hatian dan semangat kebangsaan ini, katanya, membuahkan hasil yang menggembirakan, yakni keadilan restoratif.
Darmizal bersama Sekjen Rejo Prabowo-Gibran Muhammad Rahmad berhasil menjembatani pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di kediamannya di Solo. Pertemuan bersejarah itu berlangsung dalam suasana yang sangat hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kedewasaan politik dan kematangan berbangsa dari seluruh pihak yang hadir.
Darmizal menuturkan, dalam pertemuan itu, Jokowi menunjukkan kebesaran jiwa sebagai seorang negarawan. Dikatakan, dengan penuh ketulusan dan kelapangan hati, Jokowi bersedia memaafkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
"Sikap ini mencerminkan karakter kepemimpinan yang mengutamakan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi," ungkapnya.
Menurutnya, kebesaran jiwa yang ditunjukkan Jokowi patut menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa. Sebagai pemimpin, Jokowi membuka pintu maaf bagi siapa pun yang datang dengan ketulusan hati.
"Beliau adalah negarawan dalam arti yang sesungguhnya, tidak menyimpan dendam dan dengan lapang dada menerima permohonan maaf yang disampaikan," katanya.
Baca Juga
Selain Roy Suryo, Polisi Juga Jerat Eggi Sudjana dan dr Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Darmizal menyatakan, pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis membuktikan kebesaran hati seorang pemimpin mampu menjadi perekat bangsa.
"Rejo Prabowo-Gibran merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari momen bersejarah ini," katanya.
Dikatakan, pertemuan silaturahmi yang difasilitasi Rejo Prabowo-Gibran tersebut menjadi pertimbangan Polda Metro Jaya dalam memproses restorative justice terkait kasus yang menjerat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Kesediaan Jokowi memaafkan keduanya membuka jalan bagi penyelesaian perkara secara berkeadilan dan bermartabat.
"Pendekatan keadilan restoratif ini mengedepankan pemulihan hubungan dan harmonisasi sosial, sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat," katanya.
Untuk itu, Rejo Prabowo-Gibran mengapresiasi dan berterima kasih kepada Jokowi atas kebesaran jiwa dan kenegarawanannya dalam memberikan maaf kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Menurutnya, sikap Jokowi itu menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa.
Rejo Prabowo-Gibran juga mengapresiasi Polda Metro Jaya atas profesionalisme dan kebijaksanaan dalam memproses perkara ini melalui mekanisme restorative justice hingga diterbitkannya SP3.
"Keputusan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mengedepankan pendekatan humanis dan berkeadilan," katanya.
Tak hanya itu, Rejo Prabowo-Gibran juga mengapresiasi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis atas keberanian dan ketulusan hati untuk mengambil langkah silaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf. Sikap keduanya, kata Darmizal mencerminkan semangat kebangsaan yang patut diapresiasi.
Rejo Prabowo-Gibran juga berterima kasih atas tim penasihat hukum dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pertemuan bersejarah ini.
Rejo Prabowo-Gibran berharap momentum silaturahmi dan permaafan ini dapat menjadi momentum memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
"Di tengah dinamika politik yang kerap memanas, semangat saling memaafkan dan bergandengan tangan harus terus dipupuk oleh seluruh elemen masyarakat," katanya.
Dikatakan, Rejo Prabowo-Gibran berkomitmen terus berkontribusi menjaga harmoni sosial dan mendorong terciptanya iklim politik yang sehat, demokratis, dan beradab. Rejo Prabowo-Gibran meyakini Indonesia yang maju dan berdaulat hanya dapat diwujudkan melalui persatuan seluruh anak bangsa, melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada.
"Mari bersama-sama menjadikan momentum ini sebagai pelajaran berharga bahwa tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan jalan silaturahmi dan kebesaran jiwa untuk saling memaafkan," harapnya.

