Koreksi Desain IKN, Prabowo Minta OIKN Perbanyak Embung dan Antisipasi Karhutla
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengoreksi desain Ibu Kota Nusantara (IKN) saat mengunjungi ibu kota baru tersebut pada Senin (12/1/2026) dan Selasa (13/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, desain yang dimaksud dalam artian luas, termasuk terkait fungsi. Salah satunya, Prabowo meminta Otorita IKN (OIKN) untuk memperbanyak embung di kawasan IKN.
"Desain itu kan dalam artian luas juga ya termasuk fungsi itu kan misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya contoh misalnya penambahan embung-embung," kata Pras, sapaan Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga
Terima Laporan dari OIKN, Prabowo Tekankan Percepat Pembangunan IKN
Permintaan Prabowo itu bukan tanpa alasan. Dikatakan, cuaca di kawasan IKN cenderung panas. Selain itu, kawasan IKN berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini mengingat IKN dikelilingi hutan.
"Karena di sana kan apa namanya masalah iklim itu kan satu panas, kedua ada potensi karena di wilayah yang apa namanya pulau yang banyak hutan ada juga potensi kebakaran hutan," kata Pras.
Untuk itu, Prabowo meminta OIKN memikirkan desain yang dapat mengantisipasi karhutla. Dikatakan, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono telah melaporkan kepada Prabowo mengenai langkah mitigasi bencana. Salah satunya dengan memasang sensor.
"Jadi diminta untuk itu juga dipikirkan desain-desain untuk mengantisipasi dan kemarin Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang apa namanya metode dipasang sensor-sensor gitu, ini minta untuk diuji coba terus," katanya.
Sebelumnya, Prabowo menekankan percepatan pembangunan IKN. Hal itu disampaikan Prabowo seusai menginap di IKN pada Senin (12/1/2026) dan menerima laporan dari Otorita IKN (OIKN) pada keesokan harinya atau Selasa (13/1/2026).
"Tadi malam beliau mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Kepala OIKN (Basuki Hadimuljono) berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Malang, Selasa (13/1/2026).
Prasetyo menjelaskan sejak awal Prabowo memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara, terutama untuk kompleks legislatif dan yudikatif di kawasan IKN dapat dipercepat. Prabowo menargetkan pembangunan fasilitas dapat rampung pada 2028.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras
Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Prabowo pada prinsipnya menekankan dua hal utama, yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.
"Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki," katanya.
Baca Juga
Bermalam di IKN, Presiden Tunjukkan Keseriusan Pemindahan Ibu Kota Negara
Mensesneg menegaskan percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud.
"Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.

