Wamen Stella Christie Tepis Anggapan Prabowo Tak Perhatikan Pendidikan Sosial Humaniora
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menepis anggapan Presiden Prabowo tidak memperhatikan pendidikan bidang sosial humaniora. Anggapan itu terbantahkan dengan langkah Prabowo mengundang dan bertemu dengan 1.200 rektor dan guru besar bidang sosial humaniora.
"Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru khusus hari ini Bapak Presiden mengumpulkan sosial humaniora," kata Stella Christie di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga
Prabowo Gelar Taklimat dengan Rektor dan Guru Besar, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional
Pertemuan dengan para rektor dan guru besar ini merupakan pertemuan kedua yang digelar Prabowo. Sebelumnya, Prabowo bertemu dengan para rektor dan guru besar pada 13 Maret 2025 lalu. Stella menyebut pertemuan pertama dikhususkan kepada para akademisi bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
"Pada hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan sekitar sudah hadir ini 1.200 pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir dan juga dikhususkan bagi bidang sosial humaniora. Jadi kalau sebelumnya itu agak umum dan juga ada dikhususkan mengenai STEM, pada hari ini dikhususkan kepada bidang sosial humaniora," katanya.
Stellah mengaku bahagia dan bersyukur dengan pertemuan dan dialog yang dilakukan Prabowo bersama para akademisi. Hal ini menunjukkan perhatian Prabowo terhadap kemajuan pendidikan tinggi nasional.
Tak hanya melalui pertemuan dan dialog, Stella menyatakan, perhatian Prabowo terhadap dunia pendidikan tinggi juga ditunjukkan melalui sejumlah kebijakan. Salah satunya meningkatkan anggaran riset Kemendiktisaintek hingga 218%.
"Pertama, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu meningkat 218%. Ini banyak sekali peningkatannya dalam satu tahun di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Selain itu, pemerintah juga mem perjuangan agar para dosen peneliti penerima hibah riset mendapat insentif finansial secara langsung dari Kemendiktisaintek. Sebelumnya, peneliti yang mendapat hibah riset, tidak mendapat insentif. Stella mengaku menjadi pihak yang memperjuangkan hal tersebut.
Baca Juga
Bertemu 1.200 Rektor dan Guru Besar, Prabowo Bakal Bahas Kekurangan Dokter hingga Biaya Kuliah
"Saya sendiri memperjuangkan ini. Saya sudah berkata bahwa saya janji akan memperjuangkan dana finansial ini, tercatat waktu paparan saya di ITB 16 Desember 2024. Jadi dua bulan selesai bekerja saya berjanji saya akan memperjuangkan ini, dan janji ditepati. Desember 2025 janji ini ditepati dan sejak 2026 akan mendapatkan insentif finansial langsung kepada dosen peneliti yang memenangkan dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," katanya.

