Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Fondasi Negara Merdeka
BALIKPAPAN, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi tegaknya sebuah negara merdeka. Hal itu ditegaskan Prabowo dalam sambutannya pada peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Prabowo mengatakan peradaban modern tidak dapat berdiri kokoh apabila suatu bangsa masih bergantung pada pasokan kebutuhan dasar dari negara lain.
“Kita mengerti bahwa peradaban modern itu tergantung hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka. Tentunya pertama, negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar,” kata Prabowo.
Baca Juga
Cegah Bencana Sampah, Prabowo Kebut 34 Proyek Waste to Energy
Selain pangan, Kepala Negara menegaskan energi merupakan pilar kedua yang tidak kalah penting. Presiden menyampaikan Indonesia dianugerahi Tuhan dengan sumber daya energi yang sangat besar yang dapat menjamin kemandirian energi nasional apabila dikelola secara optimal.
“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri, dan Alhamdulillah sebenarnya bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.
Prabowo menyebutkan, batu bara dapat diolah menjadi gas, bensin, serta berbagai produk energi lain, termasuk dimethyl ether (DME). Selain itu, Kepala Negara mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita juga punya geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Juga kemampuan kita di energi dari air, dan juga saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel kita akan listrifikasi. Sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” kata Presiden.
Baca Juga
Pesan Prabowo ke Dirut Pertamina: Pecat Pegawai yang Tak Bagus
Prabowo menyampaikan pemerintah juga akan mengembangkan energi baru dan terbarukan. Langkah tersebut diarahkan agar Indonesia benar-benar mampu memproduksi energi sendiri tanpa ketergantungan impor.
“Tidak perlu kita impor energi dari luar, ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini. Tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun ke-6. Kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu, dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat,” katanya.

