Menko AHY: Presiden Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan, Energi, dan Air di Tengah Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto soal pentingnya kemandirian nasional di sektor pangan, energi, dan air di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Hal ini menyusul pertemuan Presiden Prabowo bersama mantan presiden dan wakil presiden, serta para pimpinan partai politik di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa malam (3/3/2026).
Menko AHY mengatakan, konflik di Timur Tengah membawa dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian global, termasuk potensi gangguan terhadap ketahanan energi dunia. “Secara ekonomi, tadi malam kita berbicara potensi gangguan yang serius terhadap energy security. Tentu bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia,” katanya saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Dikatakan AHY, konflik tersebut disebut berpotensi menguji ketahanan energi nasional di tengah ketergantungan impor energi dan volatilitas harga minyak global.
Dalam konteks itu, Menko AHY menyampaikan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Indonesia memiliki ketahanan dan kemandirian di tiga pilar: pangan, energi, dan air. “Dan itulah mengapa semakin menekankan pentingnya Indonesia punya kemandirian, self-reliance. Bapak Presiden Prabowo Subianto menekankan food security, energy security plus sebetulnya water security,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, masalah ketersediaan air sering kali belum mendapat perhatian yang proporsional, padahal berperan dalam mendukung produksi pangan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Ketika kemarau kita kurang air, kering, gagal panen, kurang suplai untuk rumah tangga. Di saat musim hujan, apalagi hujan ekstrem, kita kelebihan air, banjir dan lain sebagainya,” jelas AHY.
Baca Juga
Perang AS-Iran Memanas, Menko Airlangga Klaim Stok Pangan dan Energi RI Tetap Aman
Putra sulung Presiden RI ke-6 itu menambahkan, pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Saya rasa kita semua harus siap, infrastruktur tetap kita dorong untuk membangun kemandirian pangan, energi dan air, termasuk juga untuk sumber daya manusia,” ujar AHY.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden (wapres) ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam. Dalam pertemuan ini, Prabowo juga mengundang para ketua umum partai politik (parpol) di parlemen dan para mantan menteri luar negeri (menlu).
"Malam ini Bapak Presiden mengundang langsung seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu dan para menteri luar negeri terdahulu, termasuk juga para ketua umum parpol di parlemen," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Seskab Teddy mengatakan, pertemuan ini digelar sebagai bentuk silaturahmi Prabowo dengan para presiden dan wapres terdahulu, para ketum parpol, dan mantan menlu. Prabowo, kata Teddy, ingin berdiskusi dan bertukar pandangan dengan para tokoh tersebut.
Baca Juga
AS-Israel Serang Iran, Prabowo Kontak Pemimpin Negara-Negara Teluk
"Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," katanya.
Pertemuan ini, katanya, akan membahas banyak hal. Salah satunya, terkait kondisi geopolitik yang memanas belakangan ini.
Para mantan presiden dan wapres yang hadir di antaranya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Wapres ke-11 Boediono, dan Wapres ke-13 Ma'ruf Amin.
Namun, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tidak tampak menghadiri pertemuan tersebut.
Hadir juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Harian Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani serta mantan Menlu Alwi Shihab.

