BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jabodetabek hingga 14 Januari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat disertai angin kencang sejak Senin (12/1/2026) pagi. Kondisi ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek.
BMKG melaporkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi mulai pukul 09.45 WIB. Wilayah terdampak awal meliputi Kabupaten Tangerang seperti Kronjo, Kemiri, Pasar Kemis, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, hingga Sepatan Timur, serta Kota Tangerang bagian Periuk.
Potensi hujan kemudian meluas ke hampir seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur. Sejumlah daerah penyangga seperti Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, serta Kota dan Kabupaten Tangerang juga masuk dalam wilayah berpotensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.
Dalam laporan terbarunya di akun X resmi, BMKG menyebut kondisi cuaca ini dipicu oleh dinamika atmosfer di skala global, regional, dan lokal. Faktor-faktor tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga
Luapan Kali Krukut Picu Banjir di Cilandak Timur, Tiga RT Terendam
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode tiga hari ke depan, terhitung sejak 12 hingga 14 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan kilat, terutama di wilayah rawan genangan dan banjir.
Dampak hujan deras pagi ini sudah mulai dirasakan di sejumlah titik di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat adanya genangan di beberapa ruas jalan dan kawasan permukiman.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat melalui optimalisasi pompa dan sistem drainase. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah serta menghindari area yang rawan tergenang.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi selama 24 jam. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode cuaca ekstrem ini.

