Menteri Ara Jelaskan Makna Sederhana dan Berdampak di Gelaran Natal Nasional 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait menjelaskan makna sederhana dan berdampak dalam menyelenggarakan Perayaan Natal Nasional 2025.
Pasalnya, empat setengah bulan sebelum acara diselenggarakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah berpesan agar panitia Natal Nasional 2025 menggelar acara yang sederhana, berdampak, dan terbuka.
“Kami berusaha menerjemahkan sederhana. Salah satunya lokasi, kami diskusi dengan panitia, Simon Mantiri yang menerjemahkan sederhana dengan tempat di sini (Tennis Indoor, Senayan),” ujar Menteri Ara di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
Dia menegaskan bahwa acara ini dihadiri oleh sekitar 3.580 orang di dalam Tennis Indoor Senayan, dengan tambahan ruang terbuka di Plaza Barat Gelora Bung Karno berkapasitas 5.000 orang. Sebanyak 3.000 orang hadirin merupakan tamu kehormatan.
Mereka terdiri atas koster gereja, anak yatim piatu, anak sekolah minggu, guru sekolah minggu, guru agama kristen dan katolik, hingga umat kristiani yang disabilitas.
Panitia juga menerjemahkan kata sederhana dengan menyajikan seluruh makanan dari UMKM untuk acara malam ini, termasuk untuk tamu undangan VIP meliputi para menteri hingga presiden.
Baca Juga
Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025, Prabowo dan Gibran Disambut Antusias Ribuan Umat Kristiani
“Ini sudah kami kurasi 2-3 bulan ini pada rangkaian rapat persiapan, sebelum dihidangkan hari ini. Syukur tidak ada yang sakit perut, jadi sudah kami uji semua sehat,” ucap Ara sambil berseloroh.
Tampilkan talenta lokal
Perayaan Natal Nasional 2025 juga tidak mengundang artis nasional, melainkan penyanyi-penyanyi daerah, antara lain dari Papua, Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Timur.
“Mudah-mudahan sesudah hari ini mereka makin dikenal dan makin menyala, supaya bisa berdampak,” imbuh Ara.
Selain terjemahan makna sederhana yang direalisasikan melalui pilihan lokasi, konsumsi, hingga pohon natal yang dirangkai dari buah-buahan lokal, panitia Natal Nasional 2025 juga menerjemahkan kata berdampak dengan 14 kegiatan bantuan sosial (bansos).
Ara menyebut, Presiden telah mengingatkan panitia agar tidak membuat acara yang mewah dan besar, melainkan harus berdampak bagi rakyat. Arahan ini bahkan telah disampaikan, empat bulan sebelum acara berlangsung, jauh sebelum bencana di tiga wilayah Sumatra terjadi.
“Menurut kami ini adalah hikmat dari tuhan, beliau sudah ingatkan dari awal, buat acara yang sederhana tetapi bermanfaat dan berdampak bagi rakyat,” tutur Menteri Ara.
Baca Juga
Ambulans Bantuan Natal Grup Astra Sudah Tiba di Wilayah Bencana Sumatera
Bantuan sosial
Bantuan sosial dari Panitia Natal Nasional 2025 meliputi bantuan untuk korban bencana alam di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, dan Jawa Timur yang diserahkan secara langsung.
Bansos juga diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan untuk 1.000 penerima, masing-masing Rp 10 juta per orang di 10 provinsi, antara lain Papua, Maluku, Mentawai, Nias hingga Tapanuli. Selanjutnya bansos dilengkapi 20.000 paket sembako, 35 unit ambulans di 10 provinsi, sampai 1.000 kursi roda dan bantuan operasi bibir sumbing.
Selain sederhana dan berdampak, presiden juga berpesan agar Natal Nasional 2025 diselenggarakan secara terbuka. Menerjemahkan pesan ini, panitia membuka diri sehingga turut menyalurkan bansos dari umat Islam senilai Rp 10 miliar lebih, dan dari umat Budha sekitar Rp 5 miliar beserta 20.000 paket sembako.
Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Acara yang mengusung tema ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’ ini juga diramaikan sederet menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam sambutannya Maruarar pun berterima kasih atas kehadiran para tokoh dan pejabat pemerintah malam ini. “Terima kasih bapak presiden, di tengah kesibukan bapak hadir,” ujar Ara.
Sebelum laporan ketua umum panitia dibacakan, Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 telah dimeriahkan Teatrikal Natal dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), usai dibuka dengan doa bagi bangsa.
Acara keagamaan yang dipandu oleh Priscilia Ester Waworuntu dan Garuda Yaksa Orchestra itu dimulai sekira pukul 19:13 WIB.

