Maruarar: Natal Nasional Digelar Sederhana Disertai Penyaluran Bantuan ke Daerah Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan umat Kristen dan Katolik di seluruh Indonesia dalam pelaksanaan acara itu yang digelar sederhana, berdampak, dan terbuka.
Demikian disampaikan Maruarar dalam acara Syukur Awal Tahun Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2026 di GRHA Oikoumene, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
“Dengan rendah hati saya juga ditugaskan presiden jadi ketua umum panitia Natal Nasional, saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya semua umat Kristen dan Katolik di seluruh Indonesia,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini.
Ia mengatakan, pelaksanaan Natal Nasional tetap disertai penyaluran bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah terdampak bencana. Bantuan tersebut, antara lain disalurkan ke Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, serta ke Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, hingga Jawa Timur. “Kita akan sampaikan bantuan, doakan ya, semoga utusan kita juga membantu saudara-saudara kita yang ada di sana,” ujar Ara.
Baca Juga
Dubes Palestina Hadir di Perayaan Natal Nasional 2025, Maruarar: Kami Undang Spesial
Dalam kesempatan itu, Menteri Ara juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional. Ia menyebut presiden menilai swasembada pangan sebagai capaian penting di tengah situasi geopolitik global. “Presiden sudah sampaikan ketahanan pangan kita sudah swasembada pangan. Ini suatu pencapaian yang luar biasa,” tegas Ara.
Menurutnya, kepala negara juga menaruh perhatian pada kemandirian energi dan penguatan pertahanan negara. Dia menuturkan, kekayaan alam Indonesia perlu dijaga dengan kekuatan negara. “Kita punya kekayaan alam luar biasa, nikel paling besar, bauksit, mangan, batu bara, minyak, saya pikir itu harus kita jaga dengan kekuatan kita,” jelas dia.
Ara turut menyinggung penegakan hukum terkait penguasaan lahan ilegal. Ia mengatakan, sekitar 4 juta hektare (ha) tanah yang digunakan secara ilegal telah disita oleh negara untuk kepentingan nasional. “Ke depan akan banyak lagi hal-hal ilegal di negara ini yang selama ini dibiarkan pasti akan ditinggalkan hukum kepada siapa pun,” kata Ara.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas pengamanan perayaan Natal 2025 yang berlangsung relatif aman. “Kita terima kasih kepada dukungan teman-teman TNI/Polri,” ucap Ara.
Terkait penanganan bencana, kata Ara, pemerintah telah memulai pembangunan hunian tetap di Sumatra Utara dan akan melanjutkan pembangunannya di Aceh dan Sumatra Barat. “Kita sudah mulai membangun hunian tetap di Sumatera Utara, kita sudah mulai empat titik,” imbuh dia.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Makna Kebersamaan dalam Natal Nasional 2025
Ditemui seusai acara Syukur Awal Tahun 2026, Maruarar menyampaikan, bantuan sosial yang disalurkan dalam rangka Natal Nasional mencakup 35 unit ambulans, bantuan pendidikan, renovasi 100 gereja, hingga bantuan bagi korban bencana di wilayah Sumatra dan Sulawesi Utara. “Di Sulawesi Utara, kita memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta dari bantuan Natal Nasional,” ungkap Ara.
Sementara itu, Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut Syukur Awal Tahun PGI 2026 sebagai momentum refleksi bersama memasuki 2026. “Keselamatan bukan sesuatu yang bisa kita tunggu tetapi harus diupayakan,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan keselamatan dengan cara menghormati perbedaan dan tidak memaksakan keyakinan kepada pihak lain. “Ke depan saya berharap bahwa kita semua menyelamatkan manusia yang lainnya bukan dengan cara memaksa mereka untuk mengikuti keyakinan kita,” pungkas Yenny.

