Ilham Habibie Harap Setiap Paslon Punya Rencana yang Matang Terkait Energi
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, mengapresiasi visi misi yang disampaikan oleh para pasang calon presiden dan wakil presiden terkait dengan energi selama masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini.
Paslon nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki visi bahwa negara harus serius menangani krisis iklim, penurunan target Net Zero Emission dari 23% ke 17%, mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi dan tindakan mandiri, menyediakan listrik lebih baik secara on grid dan off grid.
Sementara itu, paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka punya visi untuk menegaskan tata kelola migas dan pertambangan nasional, hilirisasi, transisi energi hijau dan besarnya energi baru terbarukan (EBT), green job, dan smart farming. Adapun paslon nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki visi pemanfaatan EBT sebagai generator pembaruan yang potensinya sekitar 3.700 GW secara bertahap.
Baca Juga
The Habibie Center Bagikan 7 Rekomendasi untuk Jaga Demokrasi
Kendati demikian, Ilham Habibie berharap agar setiap paslon sudah memiliki rencana dan peta jalan (roadmap) yang matang dalam mengimplementasikan visi misi tersebut jika terpilih nanti. Karena menurutnya, apa yang disampaikan oleh ketiga paslon terkait energi tersebut masih sangat makro.
“Misalnya paslon nomor 01 mengatakan akan mendorong partisipasi masyarakat, nah ini partisipasi masyarakat sebagai konsumen atau produsen?” kata Ilham Habibie dalam Diskusi Publik Pasca Debat Capres dan Peluncuran Rekomendasi Kebijakan Habibie Democracy Forum, Selasa (6/2/2024).
Lebih lanjut Ilham Habibie menerangkan, jika melihat di negara lain masyarakat sangat bersemangat dan mau berpartisipasi khususnya dengan hal-hal terkait EBT berbentuk energi surya. Sebab, jika masyarakat membeli alatnya, mereka bisa berproduksi untuk dirinya sendiri. Sedangkan kalau ada yang berlebih, mereka bisa jual kepada penyedia listriknya, yakni PLN di negara tersebut.
Baca Juga
Dominasi Elit hingga Sempitnya Ruang Partisipasi Publik Lemahkan Demokrasi Indonesia
“Jadi kalau kita masuknya partisipasi, saya lihat negara Eropa bukan saja konsumen, tapi juga petani-petani pedesaan menjadi produsen. Banyak petani punya kincir angin, panel solar listrik, sebagai pendapatan tambahan. Karena dia punya lapangan. Jadi itu yang menurut saya partisipasi yang benar-benar bisa menyemangatkan masyarakat karena mereka bisa ada pendapatan tambahan,” jelas Ilham Habibie.
Begitu pun dengan paslon 02 dan 03, yang diharapkan Ilham Habibie juga memiliki implementasi yang jelas dalam mewujudkan visi misi mereka terkait energi ini. Menurutnya, Indonesia harus serius menangani persoalan energi dan perubahan iklim agar tidak menjadi bencana di kemudian hari.
“Saya kira pada dasarnya mereka (paslon) sadar generasi saat ini, milenial dan anak muda sangat sadar mengenai keperluan kita mempunyai rencana energi yang menuju ke EBT dan NZE, yang kalau kita tidak perhatikan itu, kita sebagai negara bisa menjadi korban,” sebut Ilham.

