BNPB Kebut Operasi Modifikasi Cuaca, Cegah Potensi Banjir Susulan
JAKARTA, investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat operasi modifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi banjir susulan di sejumlah wilayah Sumatra. Upaya ini dilakukan seiring masih adanya peluang hujan sedang hingga hujan berintensitas tinggi di tengah kondisi sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan pascabanjir dan longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan risiko banjir belum sepenuhnya hilang meskipun modifikasi cuaca terus dilakukan. Hal ini karena daya tampung aliran air di sejumlah daerah masih terbatas.
“Untuk juga mengurangi potensi risiko bencana susulan dan optimalisasi pengerjaan normalisasi sungai, operasi modifikasi cuaca terus dilakukan, tetapi masih ada potensi-potensi hujan sedang atau hujan intensitas tinggi yang biasa itu juga pada saat ini dengan kondisi saluran air yang saat ini sudah mengalami pendangkalan dan seterusnya ini juga bisa menyebabkan banjir,” ujar Abdul di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga
Malam Tahun Baru 2026, Prabowo Bersama Warga Terdampak Bencana Sumatra di Tapanuli Selatan
BNPB bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah mempercepat normalisasi aliran sungai di wilayah rawan seperti Aceh Tengah, Aceh Selatan, dan Aceh Tenggara. Pengerukan sedimentasi dan pembersihan sampah di kolong jembatan menjadi fokus utama untuk memastikan aliran air tetap lancar saat debit meningkat.
“Sehingga normalisasi aliran sungai ini kita percepat dan kita optimalkan di beberapa titik seperti terlihat di Aceh Tengah, Aceh Selatan, dan Aceh Tenggara,” katanya.
Baca Juga
Korban Banjir dan Longsor Sumatra Capai 1.154 Jiwa, BNPB: Pencarian Terus Dilakukan
Ia menambahkan sejumlah jembatan darurat telah diselesaikan hingga akhir Desember 2025, termasuk di Jalan Nasional Kutacane-Blangkejeren, Desa Lawe Penanggalan, Kabupaten Aceh Tenggara. Presiden RI juga meninjau langsung jembatan bailey di Garoga 3, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang telah rampung dan dapat dilalui.
Di tengah upaya mitigasi tersebut, BNPB mencatat pemulihan aktivitas masyarakat mulai terlihat. Pasar Takengon di Aceh Tengah telah kembali beroperasi seiring pulihnya lebih dari 95% akses jalur darat, sementara perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi masih terus berlangsung.

