Layanan RSUD Aceh Tamiang Pulih Pascabanjir, Wamenkomdigi: Jaringan Telekomunikasi Capai 70%
Poin Penting
|
ACEH TAMIANG, investortrust.id - Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Tamiang kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat terdampak banjir Sumatra. Pemulihan ini menjadi prioritas pemerintah mengingat layanan medis menyangkut keselamatan warga.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas menjadi fokus utama penanganan pascabencana, termasuk memastikan dukungan konektivitas agar layanan medis berjalan normal.
“Alhamdulillah perbaikannya sudah mulai progresif. Saat ini uptime untuk jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang mencapai kurang lebih 70 persen dan kita coba terus jaga agar bisa stabil ke depannya,” ujar Wamen Nezar dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga
Prabowo Orders Agencies to Stay on Duty as Aceh Search Ends and Sumatra Flood Toll Mounts
Sejak bencana terjadi, pemerintah bergerak cepat melakukan pembersihan fasilitas dan perbaikan peralatan medis agar rumah sakit dapat kembali melayani masyarakat. Upaya tersebut dilakukan secara paralel dengan pemulihan jaringan telekomunikasi.
Nezar menegaskan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dengan operator seluler terus memperbaiki base transceiver station (BTS) yang terdampak banjir. Selain itu, layanan konektivitas darurat berbasis satelit juga disiapkan di titik-titik layanan kesehatan.
“Sesuai dengan tupoksi Kemkomdigi, kita coba memberikan penguatan di jaringan telekomunikasi, dan sudah ada beberapa instalasi yang dipasang, termasuk Starlink. Kita juga berkoordinasi dengan opsel untuk memulihkan BTS di sekitar rumah sakit,” jelasnya.
Dalam dialog koordinasi bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, relawan Aceh Tangguh, serta tenaga kesehatan RSUD Aceh Tamiang, turut dibahas percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi dan layanan kesehatan masyarakat.
“Kita berdiskusi untuk penguatan infrastruktur telekomunikasi. Kami juga siap mendukung koneksi interoperabilitas antarinstansi agar pekerjaan pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang bisa dipercepat,” tegas Nezar.
Baca Juga
Satu Bulan Pasca-Bencana, 11 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah memfokuskan pemulihan seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Seluruh rumah sakit yang terdampak ada 31 dan kita target secepat mungkin beroperasi. Saya apresiasi karena dalam waktu dua minggu, 31 rumah sakit itu bisa beroperasi,” kata Menkes Budi.
Ia menambahkan pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas layanan gawat darurat. “Di RSUD Aceh Tamiang awalnya dibuatkan instalasi sementara yang juga sudah selesai dan hari ini sudah jalan. Saya juga minta untuk mengoordinasikan tahapan selanjutnya, yaitu perbaikan fasilitas medis,” tutupnya.

