Bagikan

ATSI Akui Ada Potensi Penurunan Pelanggan Imbas Aturan Registrasi Biometrik, tapi...

Poin Penting

ATSI akui registrasi SIM biometrik berpotensi turunkan jumlah pelanggan.
Penurunan dinilai terbatas, hanya sekitar 1,5% pelanggan yang sering ganti kartu.
Aturan biometrik didukung demi keamanan digital dengan masa uji coba 6 bulan.

JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengakui penerapan aturan registrasi SIM card berbasis biometrik berpotensi menekan jumlah pelanggan seluler. Namun, dampak tersebut dinilai relatif kepada segelintir pengguna.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengatakan penurunan pelanggan lebih mungkin terjadi pada segmen pengguna yang kerap mengganti kartu demi mengejar promo. “Pasti lah ya (ada penurunan), karena orang-orang jadi males pindah-pindah ganti kartu. Sebenernya kan behavior, kenapa sih orang-orang ganti kartu? Mengejar promo,” ujar Marwan di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Menurut perhitungan Marwan, setidaknya hanya sekitar 1,5% pelanggan yang aktif gonta-ganti kartu. Sementara itu, sekitar 98,5% pelanggan justru cenderung loyal pada nomor yang sama, bahkan menambah kepemilikan nomor baru.

“Saya ukur 1,5% lah pelanggan yang (sering) gonta-ganti kartu, 98,5% pelanggan tuh udah mantep banget gak gonta ganti nomor. Malah dia nambah nomor,” jelasnya.

Mantan Bos XL Axiata itu menambahkan, kelompok kecil pelanggan yang sering berganti kartu tidak sepenuhnya bermotif negatif. Namun, segmen ini juga kerap dimanfaatkan untuk aktivitas kejahatan digital.

Baca Juga

Kemenkomdigi Pastikan Data Biometrik Pengguna SIM Card Divalidasi Dukcapil, Tak Disimpan Operator

Terkait dampaknya terhadap industri, Marwan mengakui operator seluler pada dasarnya berharap skema registrasi lama masih bisa dipertahankan. Namun, perubahan cepat dalam pola kejahatan digital membuat pengetatan regulasi sulit dihindari.

“Sebenernya kalau jujur operator kan juga melihatnya, berharap masih bertahan aturan yang lama. Tapi kan kita gak bisa memungkiri situasi dinamika kejahatan aktivitas digital berubahnya luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, operator akhirnya mendukung implementasi registrasi biometrik dengan pendekatan bertahap, agar masyarakat memiliki waktu beradaptasi. “Jadi akhirnya operator mendukung berjalan dengan itu, akhirnya kesepakatannya jadi 6 bulan (percobaan),” jelasnya.

ATSI pun menilai masa uji coba ini akan menjadi kompromi penting antara penguatan keamanan digital nasional dan keberlanjutan bisnis industri telekomunikasi. Marwan pun menjelaskan, andaikan ada kendala hingga masalah, tidak menutup kemungkinan masa uji coba itu akan diperpanjang.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024