Meyriana Kesuma Ditetapkan sebagai Ketua IAP Jakarta Periode 2025–2028
JAKARTA, investortrust.id — Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta menggelar kongres daerah di Auditorium Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Selasa (16/12/2025). Kongres tersebut menetapkan Meyriana Kesuma sebagai ketua IAP Jakarta periode 2025–2028.
Meyriana Kesuma merupakan praktisi dan pengajar pada Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota–Real Estate Universitas Tarumanegara. Ia tercatat telah lama BERKECIMPUNG sebagai perencana kota di Indonesia dan menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin asosiasi profesi perencana kota di Jakarta.
Baca Juga
Tema Debat Ketiga Pilkada Jakarta 2024: Tata Kota dan Perubahan Iklim
Kongres dibuka oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta Vera Revina Sari. Dalam sambutannya, Vera menyampaikan, tema kongres dinilai relevan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada sejarah, budaya, dan inovasi.
“Saya harapkan kongres ini bisa menunjukkan semangat kolektif kita bersama, adanya ruang bersama untuk para perencana, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bertukar gagasan, inovasi, dan implementasi perencanaan yang berkelanjutan dalam mencapai Jakarta sebagai salah satu poros kota global,” kata Vera dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (17/12/2025).
Selain agenda pemilihan ketua, Kongres Daerah IAP Jakarta juga menggelar talkshow bertema "Jakarta 500: Planning the Global Future". Tema ini diangkat seiring dengan usia Jakarta yang akan memasuki 500 tahun pada 22 Juni 2027.
Dalam sesi diskusi, Senior Planner IAP Hendricus Andy Simarmata memaparkan data Global Cities Index 2024 yang dirilis Oxford Economics. Berdasarkan indeks tersebut, Jakarta berada di peringkat 284 dunia.
“Nilai indeks Jakarta tergolong rendah, terutama pada aspek quality of life dan environment,” ujar Andy.
Andy menambahkan, upaya menuju kota global perlu dilakukan melalui tahapan yang saling terintegrasi, yakni program dietary, diplomasi, dan institusionalisasi. Program dietary, antara lain mencakup pembagian peran Jakarta dengan kawasan Nusantara di Penajam, penggeseran ruang industri ke kota sekitar, serta penguatan konektivitas transportasi publik.
Selain itu, program tersebut juga mencakup pembangunan sistem sanitasi, pengurangan pencemaran udara, penyediaan hunian terjangkau, peningkatan kualitas infrastruktur, perluasan ruang terbuka hijau, pengurangan penggunaan air tanah, serta pengembangan jaringan air perpipaan dan perbaikan kawasan permukiman.
Pada aspek diplomasi, Andy menilai kota perlu aktif dalam komunitas global, menyelenggarakan kegiatan internasional, mengembangkan kerja sama sister city, serta memperkuat citra Jakarta sebagai kota terbuka dan berbudaya. Sementara pada aspek institusionalisasi, konsep kota global perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan tata ruang dan pembangunan dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, pendidikan, dan riset.
Di sisi lain, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjalankan program pembangunan lima tahunan yang disesuaikan dengan tantangan utama perkotaan.
“Saat ini ada tiga isu penting di Jakarta, yaitu banjir, kemacetan lalu lintas, dan panas ekstrem. Program yang dijalankan fokus pada persoalan tersebut,” terang Nirwono.
Ia menjelaskan, sejumlah program yang sedang berjalan meliputi pengembangan ruang terbuka hijau, penghijauan kolong jalan layang dan jembatan, pembangunan urban micro park di tingkat kelurahan, penataan taman, setu, dan waduk, serta rehabilitasi mangrove.
"Pemprov Jakarta juga menargetkan peningkatan proporsi ruang terbuka hijau hingga 10% pada 2030," ungkap Nirwono.
Di sektor transportasi, kata Nirwono, Pemprov Jakarta turut mengembangkan rute baru Transjabodetabek, menambah armada bus listrik, mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), serta merencanakan pengembangan layanan transportasi laut untuk Kepulauan Seribu. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penerapan bangunan hijau dan hemat energi di gedung-gedung milik pemerintah.
Baca Juga
Legislator Dukung Pembentukan Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra
Sementara itu, dosen perencanaan wilayah dan kota Universitas Tarumanegara, Suryono Herlambang menilai globalisasi membuka peluang bagi kota untuk menarik talenta, perdagangan, dan investasi, namun juga memunculkan tantangan perkotaan.
“Kerusakan infrastruktur, polusi lingkungan, persoalan mobilitas, dan meningkatnya ketimpangan sosial menjadi tantangan yang muncul seiring perkembangan kota global,” katanya.
Menurut Suryono, rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabek-Punjur dapat menjadi ruang diskusi yang lebih partisipatif mengenai masa depan Jakarta dan kawasan sekitarnya.
“Keterlibatan aktif IAP Jakarta, Banten, dan Jawa Barat diharapkan dapat mendorong perencanaan dan tata kelola kawasan yang lebih kontekstual terhadap tantangan global, regional, dan lokal,” kata Suryono.

