Perguruan Tinggi Indonesia Terjebak Pemeringkatan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Perguruan tinggi di Indonesia semakin gencar mendorong kenaikan posisi dalam pemeringkatan global. Akibat mengejar target kuantitatif ini, sejumlah kampus terkesan melupakan tujuan utama pendidikan, yaitu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah menilai, fokus pada kuantitas telah membuat kampus-kampus di Indonesia tertekan untuk meningkatkan jumlah publikasi, sitasi, hingga rasio dosen dan mahasiswa, tanpa memperhatikan kualitas dan dampak riset tersebut.
Baca Juga
Universitas Brawijaya Dorong Danantara Jadi Motor Pendanaan Riset dan Inovasi Kampus
Hal itu membuat riset-riset yang dihasilkan kurang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan lebih fokus pada topik-topik global.
"Kampus menjadi fabrikasi publikasi, sitasi, dan artikel tetapi tidak mengukur efek dan dampaknya kepada masyarakat secara umum," ungkap Andi dalam diskusi publik "Evaluasi & Outlook Pendidikan Tinggi & Riset Menuju Kampus Global" di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Beberapa contoh kasus yang menunjukkan kurangnya dampak riset terhadap masyarakat, menurut Andi adalah musibah banjir dan longsor di Sumatra. Bencana ini, katanya, dapat dicegah jika hasil-hasil riset tentang lingkungan di Sumatra diperhatikan.
Dia turut menilai, kontribusi kampus pada kebijakan-kebijakan publik juga terkesan minim. Banyak kebijakan negara dianggap tidak memiliki sentuhan dari akademisi dan universitas. Padahal, kampus seharusnya menjadi fokus pemikiran para penyusun kebijakan.
“Pendidikan menjadi menara gading dan terpisah dari realitas sosial,” tambah Andi.
Baca Juga
Dalam jangka panjang, hal ini dipercaya dapat membuat kampus-kampus di Indonesia kehilangan arah dan tujuan, serta gagal memberikan dampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, Andi memandang, perlu ada perubahan dalam cara pandang dan prioritas kampus-kampus di Indonesia agar dapat memberi kontribusi yang lebih signifikan bagi masyarakat dan negara.
Andi mengusulkan kampus meningkatkan fokus pada kualitas dan dampak riset, bukan hanya kuantitas. Kampus juga diminta meningkatkan kontribusi pada kebijakan-kebijakan publik. Selain itu, kampus perlu meningkatkan relevansi riset dengan kebutuhan masyarakat lokal
"Mengurangi tekanan pada dosen dan civitas akademica untuk meningkatkan kuantitas riset dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang relevan dengan realitas sosial," katanya.

