Kebutuhan Bensin Diprediksi Meningkat 3,2% Selama Periode Nataru 2025-2026, Solar Turun 7,6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memproyeksikan bakal terjadi peningkatan kebutuhan gasoline (bensin) selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, untuk gasoil (solar) justru diprediksi mengalami penurunan.
“Proyeksi kenaikan demand gasoline selama periode Posko meningkat sekitar 3,2% dibandingkan realisasi normal. Kemudian proyeksi penurunan demand pada gasoil sebesar 7,6% dibandingkan dengan realisasi normal,” ucap Ketua Posko Nataru ESDM Erika Retnowati di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Erika mengatakan, Posko Nasional Sektor ESDM akan berlangsung selama 22 hari, terhitung mulai hari ini, Senin (15/12/2025) sampai dengan Senin (5/1/2026). Dia pun menegaskan bahwa secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17 sampai 23 hari atau rata-rata sekitar 20 hari.
“Berdasarkan rapat koordinasi dengan anggota Posko, telah disampaikan beberapa hal oleh masing-masing unit dan instansi dari subsektor ESDM, di antaranya bahwa selama periode Posko ini Pertamina menyiapkan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 DPPU, serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi,” papar Erika.
Baca Juga
Penumpang Libur Nataru Diprediksi Naik 9%, ASDP Tambah Kapal
Sementara itu, untuk proyeksi penyaluran LPG selama periode Nataru 2025-2026 diprediksi mengalami kenaikan sekitar 7,2% jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal. Kemudian demand untuk avtur naik sebesar 5,2% dan kerosin naik 4,3% dibandingkan dengan realisasi normal.
Kementerian ESDM c.q. Ditjen Migas dan Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 736 SPPBE, dan 6.634 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman dengan coverage day LPG pada kisaran 12 hari.
“Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam, khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi,” tegas Erika.
Baca Juga
Pelindo Pastikan 63 Terminal Penumpang Siap Sambut Nataru 2025/2026
Lebih lanjut, Erika menyampaikan bahwa secara umum subholding gas juga berkomitmen dan secara konsisten menjaga keamanan dan keandalan penyaluran gas bumi dari pemasok kepada 3.334 pelanggan komersial dan industri, 2.845 pelanggan kecil, lebih dari 817.000 pelanggan rumah tangga jargas.
“Dan power plant yang melalui lebih dari 34.000 km jaringan pipa gas, 16 SPBG dan MRU, dan 3 LNG terminal yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Diprediksi akan terjadi penurunan volume niaga sebesar 5,4% dibandingkan dengan realisasi Nataru 2024,” ujar dia.

