Dukung Kebebasan Pers, Pramono Anung: Saya Tidak Pernah Telepon untuk Koreksi Berita
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya menjaga kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi. Dalam sambutan Anugerah Dewan Pers 2025, ia menekankan bahwa ruang demokrasi tidak boleh diganggu oleh siapa pun, termasuk oleh kekuasaan.
“Saya termasuk orang yang ikut mengesahkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, karena saya tahu secara pribadi bahwa undang-undang inilah yang mengawal, yang merubah wajah bangsa kita, terutama bagaimana masyarakat dapat mengawasi, menyampaikan pikiran, mengontrol kekuasaan, dan menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Pram itu mengingatkan, pers merupakan pilar keempat demokrasi yang harus dijaga bersama. Oleh sebab itu kedudukan pers harus dijaga dan tidak boleh terganggu oleh siapapun.
Baca Juga
Anugerah Dewan Pers 2025 Beri 3 Penghargaan ke Tokoh dan Insan Pers di Tanah Air, Siapa Saja?
Mas Pram sendiri mengingat rekam jejaknya selama hampir tiga dekade di pemerintahan. Ia pun menyebut tidak pernah sekalipun menegur media untuk melakukan koreksi terhadap pemberitaan, termasuk saat menjadi Sekretaris Kabinet.
“Saya sudah 25 tahun, tambah 5 tahun lagi kalau selesai sampai Gubernur, 30 tahun nggak pernah sama sekali menelpon ataupun mengkoreksi terhadap pemberitaan,” kata Mas Pram.
Pengalaman selama 10 tahun bertugas di Istana bersama Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla, menurutnya juga menunjukkan sikap yang sama. “Sama sekali kami tidak pernah menelpon ataupun mengkoreksi itu. Karena biarlah pers tumbuh mandiri, biarlah pers menjadi kontrol utama termasuk di Balai Kota,” ujarnya.
Baca Juga
Jusuf Kalla Terima Anugerah Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dari Dewan Pers
Kepada semua jurnalis yang bertugas di lingkungan Pemprov DKI, Politisi PDIP itu pun menegaskan tak keberatan menghadapi kritik. “Teman-teman pers di Balai Kota, mau galak pun enggak apa-apa. Saya di-bully pun juga enggak apa-apa,” tutupnya sembari disambut tawa oleh para tamu.
Diketahui, Anugerah Dewan 2025 memberikan tiga penghargaan kepada Tokoh dan Insan Pers di Tanah Air. Mereka adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), jurnalis Muhammad Rifki Juliana, serta almarhum Jakob Oetama.

