Banjir Meluas di Sumatera Barat: Ribuan Warga Terdampak, Fasilitas Umum Rusak Berat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak awal hingga pekan keempat bulan November 2025 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Banjir ini mengakibatkan ribuan warga terdampak, lahan pertanian terendam, serta berbagai fasilitas umum dan permukiman mengalami kerusakan.
Melansir data BPBD, di Kabupaten Padang Pariaman, banjir yang terjadi pada 23 November 2025 melanda sepuluh kecamatan dengan total 2.698 jiwa terdampak dan 10.545 jiwa terpapar banjir. Kerugian materiil meliputi ratusan rumah rusak ringan hingga berat, puluhan jembatan rusak, ruas jalan tergenang dan tertimbun material, fasilitas pendidikan rusak, serta lahan pertanian dengan total luas mencapai lebih dari 170 hektare turut terendam. Selain itu, sejumlah fasilitas ibadah dan perkantoran ikut terdampak dan mengalami kerusakan signifikan.
Kota Padang mengalami nasib serupa pada 25 November 2025, dengan empat kecamatan terdampak dan total 150 jiwa terpapar. Sementara itu, Kabupaten Pesisir Selatan mencatat banjir pada 23 November 2025 yang melanda lima kecamatan dengan total 665 jiwa terdampak. Kerusakan yang dilaporkan antara lain dua unit fasilitas umum rusak, selain rumah warga dan lahan-lahan yang terendam banjir.
Wilayah terdampak di Kota Padang tersebar luas, mencakup daerah seperti Nanggalo, Kuranji, Padang Utara, Koto Tangah, Pauh, Lubuk Kilangan, Bungus Teluk Kabung, Padang Selatan, serta Padang Timur. Di Kabupaten Padang Pariaman, banjir meluas hingga ke Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung, Nan Sabaris, Batang Gasan, Patamuan, Sungai Geringging, Sungai Limau, Padang Sago, Ulakan Tapakis, hingga Enam Lingkung. Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir melanda Kec. IV Jurai dan Koto XI Tarusan dan memengaruhi sejumlah nagari di sekitarnya.
Baca Juga
Kondisi mutakhir menunjukkan bahwa banjir di Kota Padang masih berlangsung dan status pemantauan terus dilakukan. Di Kabupaten Pesisir Selatan, air terpantau mulai surut di beberapa wilayah, namun sejumlah titik masih mengalami genangan. Di Padang Pariaman, debit sungai masih tinggi akibat tingginya curah hujan, sehingga pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung hingga 31 Desember 2025.
Upaya penanganan dilakukan intensif oleh BPBD bersama dinas terkait. Di Kota Padang, BPBD mengoordinasikan evakuasi warga terdampak, mengevakuasi rumah yang tergenang, dan berkoordinasi dengan aparat kelurahan untuk pemetaan lokasi bencana. Perintah Gubernur Sumatera Barat berdasarkan SK siaga darurat juga menjadi dasar pengerahan sumber daya tambahan.
Di Kabupaten Padang Pariaman, BPBD membagikan bantuan logistik darurat seperti sembako, kasur lipat, family kit, makanan siap saji, dan keperluan dasar lainnya. Pemerintah daerah juga melakukan pendataan kerusakan pada jembatan, rumah, fasilitas umum, serta lahan pertanian untuk selanjutnya dilakukan perbaikan.
Upaya evakuasi dan bantuan di Kabupaten Pesisir Selatan dilakukan dengan membersihkan material banjir, memperbaiki akses jalan di nagari terdampak, dan mengevakuasi warga yang rumahnya masih terendam. BPBD juga mendistribusikan bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi, tenda keluarga, serta paket sandang. Pemerintah daerah meningkatkan pemantauan potensi cuaca ekstrem, memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, serta menyampaikan informasi kebencanaan secara berkala melalui jalur resmi dan media sosial.

