Syuriyah PBNU Bantah Isu Tambang Jadi Dasar Pencopotan Gus Yahya
JAKARTA, Investortrust.id -- Isu mengenai perebutan tambang menguat di tengah konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Katib Syuriyah PBNU Sarmidi Husna membantah isu tersebut menjadi dasar pencopotan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai ketua umum PBNU.
"Kalau isu tambang itu sebenarnya bukan bagian dari dasar dari masalah ini. Itu isu yang lain saya kira. Isu tambang itu berbeda," kata Sarmidi di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Syuriyah PBNU Minta Gus Yahya Sampaikan Keberatannya ke Majelis Tahkim
Sarmidi menjelaskan akar persoalan tertuang lengkap dalam risalah rapat harian syuriyah 20 November 2025 lalu. Sarmidi mengungkapkan, salah satu pertimbangan pencopotan Gus Yahya karena dinilai telah melanggar nilai dan ajaran ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama lantaran menghadirkan narasumber yang terkait dengan jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
"Karena pengurus harian Syuriyah itu menganggap mengundang narasumber yang pro-zionis itu merusak reputasi perkumpulan, merusak nama baik perkumpulan, dan itu juga melanggar Qanun Asasi dan paham ahlussunnah wal jamaah dan kemudian Itu sudah masuk kategori di pasal yang bisa untuk memberhentikan," ucapnya.
Isu mengenai tambang di tengah konflik yang tengah terjadi di PBNU dilontarkan mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam kanal Youtube pribadinya, Mahfud mengaku malu dengan situasi yang terjadi di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
"Menurut saya kenapa sih tinggal setahun (kepemimpinan Gus Yahya), sudah lah, lupakan itu semua, bersatu. Sekarang kembali, itu demi NU-nya. Kita malulah urusan tambang," kata Mahfud dikutip dalam kanal YouTube pribadinya.
Baca Juga
Bantah Lakukan Kesalahan Administratif, Syuriyah PBNU Duga Ada Aksi Sabotase Sistemik
Mahfud mengak sudah mengonfirmasi kepada pihak internal polemik ini memang disebabkan karena urusan tambang.
"Saya sudah bicara ke dalam asal mulanya soal pengelolaan tambang. Konflik di dalam pengelolaan tambang, yang satu ingin ini, yang satu ingin itu," ungkapnya.

