Pemerintah Siapkan Roadmap Infrastruktur Digital Baru, Fokus Fiberisasi hingga Lelang Spektrum
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah menyiapkan roadmap baru pengembangan infrastruktur digital nasional yang mencakup pembangunan kabel laut, pusat data, jaringan fiber optik, hingga penguatan mobile broadband. Rencana besar ini disampaikan Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Denny Setiawan, dalam Diskusi Indotelko Forum di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Denny menjelaskan bahwa pemerintah akan memperbarui pendekatan wilayah 3T dan 6T yang selama ini berbasis kewilayahan investasi. Ke depan, klasifikasi akan diganti menjadi zona hijau, kuning, dan merah berdasarkan analisis teknologi dan aspek ekonomi.
Baca Juga
Dua WNI Meninggal dalam Kebakaran Terburuk di Apartemen Hong Kong, Dua Luka-luka
“Zona hijau adalah area yang secara pasar layak dibangun. Zona kuning marginal, sementara zona merah adalah wilayah yang harus disubsidi,” ujarnya.
Percepatan Fiberisasi dan Penguatan Layanan Publik Pemerintah juga mempercepat program fiberisasi nasional untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari Sekolah Rakyat hingga Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh layanan publik memperoleh akses internet yang memadai.
Denny menambahkan bahwa kolaborasi infrastruktur terus didorong, termasuk bekerja sama dengan utilitas seperti PLN serta pemilik infrastruktur pasif lainnya. Tantangan yang masih muncul terutama terkait hak perlintasan (right of way) dan tarif yang belum seragam. “Tarif hak perlintasan ini harus lebih rasional. Kita perlu standar, norma, dan panduan yang jelas,” tegasnya.
Baca Juga
Di sisi regulasi, Kemenkomdigi sedang mempercepat perubahan aturan tingkat menteri untuk membuka akses lebih luas bagi industri. Prinsip open access dan peningkatan kompetisi infrastruktur menjadi fokus dalam revisi tersebut.
Denny juga menyoroti hasil lelang 1,4 GHz yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan fixed broadband melalui skema open access. Pemerintah kini menyiapkan rencana lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk pengembangan 5G, meski prosesnya dinilai membutuhkan waktu lebih panjang. “Kami diminta menyiapkan lelang 700 MHz dan 2,6 GHz. Memang tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat, tapi kami akan lakukan yang terbaik,” jelasnya.
Menurut Denny, konsistensi roadmap, regulasi yang adaptif, dan kolaborasi antarindustri akan menjadi fondasi percepatan transformasi digital Indonesia. “Kunci kita adalah open access dan regulasi kompetisi yang sehat. Infrastruktur harus bisa dipakai bersama agar layanan semakin merata,” tutupnya.

