Perubahan Bobot Komoditas SBH 2022: Internet Naik, Sewa Rumah Anjlok
JAKARTA, Investortrust.id - Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) memotret sejumlah komoditas yang mengalami perubahan bobot. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS Pusat, Pudji Ismartini menyampaikan, pihaknya menghitung perubahan bobot yang kemudian didapatkan nilai delta-nya.
“Peningkatan bobot paling besar terjadi pada biaya langganan internet yaitu peningkatannya sebesar 1,40%. Kemudian tarif listrik dengan peningkatan 0,92%, bensin dengan peningkatan 0,65%” kata Pudji di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga
Mutakhirkan Data, BPS Luncurkan Hasil Survei Biaya Hidup 2022
Selain tiga komoditas tersebut, peningkatan juga terjadi pada komoditas seperti nasi dengan lauk, kue basah, es, dan bakso siap santap.
“Ini bobotnya meningkat karena mungkin banyak masyarakat yang mengonsumsi bakso, misalnya. Sehingga tergambar bobot untuk beberapa komoditas ini meningkat,” ujar dia.
Selain itu juga terjadi peningkatan bobot pada mie (0,18%) dan kopi bubuk (0,17%), termasuk pula pada telepon seluler (0,16%) dan juga laptop/notebook (0,15%).
Baca Juga
Playstation dan Antena TV Hilang, Rokok Elektrik Jadi Komoditas Baru SBH 2022
Sementara itu, kata Pudji, komoditas yang mengalami penurunan bobot hasil SBH 2018 terbesar terjadi pada sewa rumah -1,70%, kontrak rumah -1,31%, tarif pulsa ponsel -0,82%.
Penurunan bobot juga terjadi pada biaya jaringan saluran TV (-0,23%), mobil (-0,23%), angkutan udara (-0,22%), dan jus buah siap saji (-0,20%) serta sigaret putih mesin (SPM) (-0,16%).
“Bobot ini pada akhirnya mencerminkan bagaimana masyarakat melakukan konsumsi, yang akhirnya polanya berubah. Dengan terjadinya perubahan bobot ini diharapkan nanti hasil dari indeks harga konsumen (IHK) juga dapat merefleksikan kondisi terkini,” ujar dia. (CR-7)

