Playstation dan Antena TV Hilang, Rokok Elektrik Jadi Komoditas Baru SBH 2022
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir penambahan komoditas baru dalam Survei Biaya Hidup (SBH) 2022. Disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS Pusat, Pudji Ismartini, ada penambahan komoditas pada SBH 2022 menjadi 847 komoditas.
“Terjadi perbedaan komoditas yang terpilih dalam SBH 2022 jika dibandingkan SBH 2018. Yaitu dari 835 (komoditas) pada 2018 menjadi 847 (komoditas) pada 2022,” kata Pudji di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Pudji mengatakan dari 847 komoditas baru pada 2022, sebanyak 758 komoditas bersifat komoditas lama yang kembali terpilih. Adapun komoditas yang baru berjumlah 89 komoditas.
Baca Juga
BPS Catat Jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum Naik 35,34%
“Yang tertangkap melalui SBH 2022 dan ada 77 komoditas lama yang tidak terpilih kembali,” ujar dia.
Komoditas yang tidak terpilih lagi dalam paket komoditas SBH 2022 diantaranya, antena tv, vcd, dvd player, playstation, majalah dan tabloid, lampu emergency, organ piano, genset, beberapa jenis ikan segar.
“Antena TV karena kita sudah beralih ke tv digital misalkan, sehingga tidak mengonsumsi antena TV,” kata dia.
Sementara itu, playstation tidak lagi masuk karena peralihan pengguna konsol game. “Karena sekarang bisa dilakukan secara online,” kata dia.
Sementara itu untuk komoditas baru yang ditangkap dalam SBH 2022 diantaranya, tarif LRT dan MRT, CCTV, gas bumi rumah tangga, water heater, masker, hand sanitizer, receiver tv, rokok elektrik, dan liquid vape.
“Masker dan hand sanitizer sekarang signifikan dikonsumsi masyarakat. Receiver TV ini sebagai pengganti antena tv karena menggunakan tv digital. Dan perubahan pola konsumsi perokok yang mulai banyak menggunakan rokok elektrik sehingga ini tercatat dari hasil SBH 2022,” kata dia.
Menurut Pudji, dari 847 komoditas itu dikelompokkan menjadi 11 kelompok, diantaranya, Makanan, Minuman, dan Tembakau; Pakaian dan Alas Kaki; Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga; Kesehatan; Transportasi; Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan; Rekreasi, Olahraga, dan Budaya; Pendidikan; Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran; serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
Baca Juga
BPS Sebut Tolok Ukur Kesejahteraan Petani Tidak Hanya dari NTP
Menurut Pudji, secara umum hasil SBH 2022 memberi gambaran jangkauan komoditas di tingkat kota dan pedesaan. Wilayah perkotaan, kata Pudji, punya pola konsumsi yang jauh lebih beragam.
“Paket komoditas di wilayah perkotaan itu lebih banyak jumlahnya dibanding paket kabupaten,” ujar dia.
DKI Jakarta menjadi wilayah dengan paket komoditas terbanyak sebesar 479 komoditas. Sementara itu, Kabupaten Muara Enim memiliki paket komoditas paling sedikit dengan 177 komoditas. (CR-7)

